Buruh yang Mengaku Perwira Brimob Bawa Korek Api Model Revolver

Ada jaket loreng Brimob, sepatu PDL, kaus Brimob, borgol, holster (tempat senjata), ruyung, dan dua unit handy-talkie.

Editor: Bebet I Hidayat
Surya/Galih Lintartika
Tersangka Supianto yang mengaku sebagai anggota polisi dengan pangkat AKBP saat di Polsek Nguling, Pasuruan, Jumat (7/4/2017). 

POS KUPANG, PASURUAN - Akhirnya, polisi pun bersiasat dengan memancing tersangka datang ke rumah.

Mujur, telepon itu diterima Supianto (30), tersangka yang mengaku sebagai perwira polisi dengan pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP).

Padahal sebelumnya sambungan telepon, pesan SMS atau chat melalui aplikasi dari Bu guru Siti Rohmatul (30) tak dibalas.

Baca: Buruh Proyek Ini Apeli Guru Cantik dengan Seragam Brimob

"Tersangka berjanji akan datang ke rumah korban pada 6 April untuk menjelaskan persoalannya. Tersangka berkilah bahwa nikah resmi ditunda karena ia sedang ada tugas negara," papar Kanistreskrim Polsek Nguling, Aipda Nugroho, Jumat (7/4/2017).

Polisi pun menyanggong di sekitar rumah korban hingga penangkapan terjadi.

Dari tersangka, polisi mengamankan barang bukti sejumlah atribut polisi.

Baca: Buruh yang Mengaku Anggota Brimob juga Omong Punya Usaha Proyek Konstruksi kepada Bu Guru Cantik

Ada jaket loreng Brimob, sepatu PDL, kaus Brimob, borgol, holster (tempat senjata), ruyung, dan dua unit handy-talkie.

Kemudian korek api model revolver, satu unit APV silver G 8845 JM, dompet berisi uang Rp 1,3 juta, SIM C-A-B atas nama Supianto serta tiga lembar STNK untuk kendaraan N 2957 UB, N 3173 O, dan N 578 YD.

Terbit kecurigaan bahwa Supianto sudah lama beraksi dan menangguk keuntungan dari penipuannya sebagai perwira Brimob berpangkat AKBP.

Baca: Demi Bisa Nikahi Siri Ibu Guru Cantik, Pria Ini Mengaku Jadi Perwira Brimob

Polisi juga sedang mendalami dengan adanya kemungkinan korban lain di berbagai tempat.

Sebab, polisi juga menemukan 23 unit ponsel berbagai merek dan jenis, empat KTP dengan nama berbeda, dan sejumlah kartu ATM dari bank yang berbeda.

"Kami masih akan mengembangkan kasus ini. Termasuk memeriksa KTP, HP, mobil, dan sejumlah barang milik tersangka," tandas Aipda Adji. (galih lintartika)

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved