Pemda Malaka Diminta Bergerak Cepat Tutup Tanggul yang Jebol

saya hanya bisa melihat padi mati tanpa bisa berbuat apa-apa. Namanya juga bencana siapa bisa lawan

Pemda Malaka Diminta Bergerak Cepat Tutup Tanggul yang Jebol
dion kota
TANGGUL JEBOL -Air masih menggenangi area tanggul yang jebol di Desa Kleseleon, Kecamatan Weliman. 

POS KUPANG.COM, BETUN -Masyarakat Desa Motaulun dan Desa Kleseleon mendesak Pemkab Malaka bergerak cepat menutup tanggul yang jebol di dua desa itu, akibat derasnya banjir kali Benenain Minggu (2/4/2017), Masyarakat khawatir jika tak segera ditangani akan terjadi kembali banjir susulan, jika kembali turun hujan.

Pantau Pos Kupang, Rabu (5/4/2017), material sertu dari dua tanggul yang jebol berserakan hingga memasuki saluran irigasi dan area persawahan. Selain material sertu, lumpur yang terbawa saat banjir juga menimbun tanaman padi milik warga hingga dipastikan tanaman padi tersebut mengalami gagal tanam. Akibat tersumbatnya saluran irigasi oleh material sertu dan kayu besar, pasokan air untuk area persawahan di Desa Motaulun dan Kleseleon menjadi terganggu.

"Kita berharap Pemkab Malaka melalui dinas penanggulan bencana yang berkoordinasi dengan dinas PU segera menutup tanggul yang jebol. Jika tidak segera ditangani, kami khawatir jika turun hujan kembali banjir. Kami sudah cukup rugi akibat banjir Minggu (2/4/2017). Kami tidak ingin bencana tersebut terulang kembali karena lambannya Pemkab Malaka memperbaiki tanggul yang jebol itu," kata Bria di Desa Motaulun, Rabu (5/4/2017).

Hal senada juga diutarakan, Gardis Banu (47), warga Dusun Kleik, Desa Motaulun. Dirinya mengeluhkan 5 petak tanaman padinya yang mati akibat tertimbun lumpur dan material sertu. Dia berharap Pemkab Malaka segera memperbaiki tanggul yang jebol dan membersihkan material sertu yang menimbun area persawahannya sehingga bisa kembali diolah.

"Saat ini saya hanya bisa melihat padi mati tanpa bisa berbuat apa-apa. Namanya juga bencana siapa bisa lawan. Saya berharap Pemkab Malaka bisa menimbun kembali tanggul yang jebol dan mengeruk material sertu yang masuk dalam area persawahan saya," ujarnya.

Selain tanaman padi, banjir yang melanda Malaka juga merusak puluhan hektar tanaman jagung milik warga. Warga terpaksa melakukan panen lebih cepat jika tak ingin jagungnya membusuk akibat terendam air bercampur lumpur.

Regolinda Abuk (42), warga Desa Motaulun mengaku mengalami kerugian akibat puluhan are tanaman jagungnya mengalami gagal panen. Ia mengatakan, jagungnya yang sudah berbunga mati total akibat direndam air bercampur lumpur setinggi hampir 1 meter. (din)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved