Su Berharap Delapan Belas Sekolah Bisa Menjadi Contoh Yang Baik Pelaksanaan STBM
Kabid Kebudayaan Dinas P dan K kabupaten Matim, Yohanes Rosari Su mewakili kepala dinas (Kadis) P dan K Matim, Frederika Soch.
Penulis: Robert Ropo | Editor: Agustinus Sape
Laporan Wartawan Pos Kupang, Robert Ropo
POS KUPANG.COM, BORONG--Kabid Kebudayaan Dinas P dan K kabupaten Matim, Yohanes Rosari Su mewakili kepala dinas (Kadis) P dan K Matim, Frederika Soch.
Dalam sambutannya, saat pendeklarasian STBM bagi delapan belas SD di tiga kecamatan di kabupaten Matim, di SDI Peot, Borong, Rabu (5/4/2017), mengatakan deklarasi STBM ini untuk bagaimana pihak sekolah dimana para guru dan para siswa untuk belajar bagaimana hidup bersih.
"Pola hidup sehat dan menciptakan lingkungan hidup sehat harus dipertahankan dan tingkatkan. Penerapan praktek pola hidup sehat ini bukan hanya untuk kepentingan semata tetapi untuk kepentingan kita semua", kata Su.
Su mengatakan, program STBM dari LSM Plan ini sangat didukung penuh oleh Pemda Matim melalui dinas terkait yakni P dan K serta instansi terkait lainnya.
Su juga berharap, agar program STBM ini bisa merubah pola hidup sehat bagi anak-anak sekolah dan masyarakat di kabupaten Matim, terutama bagi delapan belas sekolah yang telah mendeklarasikan STBM, agar mereka menjadi sekolah contoh kepada sekolah lainya.
Kepala seksi pembangunan karakter P dan K kabupaten Matim, sekaligus ketua panitia, Vinsen Boreng kepada Pos Kupang di sela-sela kegiatan itu, menjelaskan, delapan belas SD yang mendeklarasikan STBM itu berasal dari tiga kecamatan yakni kecamatan Borong, Kota Komba dan kecamatan Rana Mese.
Ke delapan belas SD tersebut merupakan sekolah replikasi percotohan dinas P dan K Matim untuk melaksanakan STBM.
Boreng mengatakan, jika kedepan ke delapan sekolah tersebut telah berhasil melaksanakan STBM, maka pihaknya akan mengkompanyekan ke sekolah lainya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/sertifikat_20170405_224754.jpg)