Ini Keinginan Siswa SMA di Perbatasan NTT-Timor Leste

Berbagai cara harus dilakukan dalam rangka mempertebal rasa nasionalisme terutama mereka yang tinggal di perbatasan. Ini anjuran siswa SM Atambua

Ini Keinginan Siswa SMA di Perbatasan NTT-Timor Leste
Pos Kupang/Edy Bau
Seminar sehari di Atambua 

Laporan wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA - Salah satu siswa SMAN 1 Atambua, Dominika Maria Tae Teti mempertanyakan mengapa seragam sekolah di Kabupaten Belu sebagai wilayah perbatasan antara RI-RDTL tidak menggunakan warna bendera merah putih seperti halnya yang ada pada seragam TNI.

Pertanyaan ini disampaikan Dominika saat menjadi peserta seminar sehari tentang Upaya memperkokoh semangat nasionalisme dan wawasan kebangsaan masyarakat perbatasan RI-RDTL di Aula Hotel Nusantara II Atambua, Jumat (31/3/2017).

Menurutnya, alangkah baiknya jika pada seragam sekolah terpasang warna bendera merah putih karena akan menambah semangat nasionalisme khususnya anak-anak generasi muda.

"Mengapa seragam sekolah di Kabupatern Belu tidak ada merah putih, padahal di daerah perbatasan lainnya ada," katanya.

Menanggapi hal ini, Wakil Bupati Belu, JT. Ose Luan dan Kepala Staf Kodim (Kasdim) Belu yang hadir sebagai narasumber mengatakan, pertanyaan itu sangat bagus dan bisa disampaikan ke pusat.

Mereka yakin sepanjang tidak melanggar aturan pasti disetujui untuk digunakan.

"Ini (bendera merah putih pada seragam sekolah, red) bisa saja karena kita di perbatasan. Merah-putih jangan sembunyi," kata Wabup Ose.

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved