Sudah Setahun Dikerjakan, 285 Unit Rumah Untuk Warga Perbatasan RI-RDTL di Belu Belum Rampung

Meski sudah dikerjakan sejak tahun 2016 lalu proyek pembangunan rumah khusus (rusus) bagi warga perbatasan RI-RDTL di Kabupaten Belu sebanyak 285 unit

Sudah Setahun Dikerjakan, 285 Unit Rumah Untuk Warga Perbatasan RI-RDTL di Belu Belum Rampung
Net
Ilustrasi: Aparat TNI saat patroli di perbatasan NTT dan Timor Leste

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Meski sudah dikerjakan sejak tahun 2016 lalu proyek pembangunan rumah khusus (rusus) bagi warga perbatasan RI-RDTL di Kabupaten Belu sebanyak 285 unit belum juga rampung.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Belu, Maria Kornelia Eda Fahik melalui Kepala Bidang Kawasan Permukiman, Yan Moruk ketika ditemui Pos Kupang, Selasa (4/4/2017) mengatakan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pada bulan Februari 2017 lalu, banyak item pekerjaan yang belum rampung dikerjakan.

Menurutnya, untuk Desa Silawan Kecamatan Kakuluk Mesak, dari 100 unit yang dibangun prosentasinya sudah mencapai 93 persen. Masih tersisah pekerjaan pemasangan meteran listrik dan bola lampu.

Untuk 135 unit di Desa Dualaus Kecamatan Kakuluk Mesak progres fisiknya baru mencapai 56 persen karena baru sekitar 60 unit rumah yang dibangun, belum termasuk listrik dan item lainnya. Berikutnya untuk 50 unit di desa Fauketi, lanjut Yan Moruk, progress fisiknya baru sekitar 67 persen.

"Kontraknya kerjanya selama 180 hari kerja dan berakhir Maret 2017. Tapi saat kita lakukan pemeriksaan belum rampung," ujarnya.

Dijelaskannya, proyek pembangunan rumah bantuan di tiga lokasi ini dikerjakan oleh PT. Tribina Bersaudara dengan anggaran senilai Rp 47.159.000.000.*

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved