Sabtu, 25 April 2026

UNBK SMA/SMK di Kota Kupang Aman dan Lancar, Begini Wujud Keterlibatan PLN NTT

Hari pertama pelaksanaan UNBK dan UNBKP tingkat SMA/SMK tahun 2017, Senin, 3 April 2017, berlangsung lancar dan aman.

Penulis: Agustinus Sape | Editor: Agustinus Sape
humas pln ntt/paul bolla
Suasana UNBK hari pertama, Senin, 3 April 2017 di salah satu SMA di Kota Kupang. 

POS KUPANG. COM, KUPANG - Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan UN Berbasis Kertas Pensil (UNBKP) tingkat SMA/SMK tahun 2017, Senin, 3 April 2017, berlangsung lancar dan aman dari segi pasokan listrik. 

Seperti dilaporkan Humas PLN Wilayah NTT, Paul Bolla, panitia pelaksana pada sejumlah sekolah penyelenggara UN yang dipantau di Kota Kupang, melaksanakan UN, baik UNBK maupun UNBKP, berjalan sesuai harapan dan tidak ada kendala.

Pasokan listrik sangat baik dan kontinuitas saluran internet cukup tersedia. 

Baca: Bertelanjang Kaki Camat Malaka Barat Pantau Pelaksanaan UAN Pasca Banjir

Sekolah yang dipantau, antara lain, SMK Negeri 1, SMKN 2, SMKN 3, dan SMA Katolik Giovanni yang melaksanakan UNBK.

Sedangkan SMA Kristen Mercusuar melaksanakan UNBKP.

UN untuk SMA akan berlangsung hingga Kamis, 6 April 2017. 

Panitia pelaksana di setiap sekolah penyelenggara UNBK menyampaikan terima kasih atas kerja sama dan dukungan PLN untuk memastikan pasokan listrik aman.

Suasana pelaksanaan UNBK di salah satu SMA di Kota Kupang, Senin (3/4/2017).
Suasana pelaksanaan UNBK di salah satu SMA di Kota Kupang, Senin (3/4/2017). (humas pln ntt/paul bolla)

Pelaksanaan UN akan berlangsung hingga jam 16:00 Wita, karena ujian dilaksanakan dalam beberapa sesi.

Lamanya waktu ujian  disesuaikan dengan ketersediaan jumlah komputer/laptop yang tidak sesuai dengan jumlah peserta didik peserta UNBK.

 "Kami berterima kasih kepada PLN yang sudah mengkondisikan aspek kelistrikan, dan bahkan menyediakan back up genset dan menempatkan petugas piket di sekolah," ungkap Panitia UNBK di SMK Negeri 1 Kupang.

Baca: VIDEO: Tidak Terlibat Narkoba, Salah Satu Kriteria Kelulusan di SMA Negeri 2 Kota

Sedangkan, Kepala SMA Kristen Mercusuar Kupang, Soleman Dapa Taka, berterima kasih karena meskipun sekolahnya hanya melaksanakan UNBKP, tetap bergantung pada kontinuitas pasokan listrik.

"Kami berterima kasih, karena PLN tetap memberi perhatian kepada semua sekolah yang melaksanakan UN," kata Soleman.

 Sukseskan UNBK 2017

Sebelumnya, RICHARD SAFKAUR, General Manager PLN Wilayah NTT, memastikan bahwa PLN Wilayah NTT sangat serius menyukseskan pelaksanaan  UN, khususnya UNBK  di Wilayah NTT, yang dimulai Senin, 3 April 2017. 

Richard Safkaur menjelaskan, PLN Wilayah NTT berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan NTT sejak 25 Maret 2017.

Setelah itu, semua unit PLN kabupaten se-NTT serentak diperintahkan untuk memastikan keamanan pasokan listrik di lokasi sekolah pelaksana UNBK.

Seorang petugas PLN sedang piket sekaligus sebagai operator genset di salah satu SMA di Kota Kupang, Senin (3/4/2017).
Seorang petugas PLN sedang piket sekaligus sebagai operator genset di salah satu SMA di Kota Kupang, Senin (3/4/2017). (humas pln ntt/paul bolla)

Keamanan itu meliputi kelaikan instalasi, kecukupan daya, tambahan dukungan genset jika dibutuhkan, penempatan petugas piket dan SOP antisipasi jika terjadi gangguan yang tidak terduga.

Baca: SMAN 1 Kupang Gunakan 44 Ruangan Untuk UN

“Keseriusan itu kami tunjukkan dengan melakukan persiapan berkaitan dengan keamanan pasokan listrik di sekolah-sekolah yang melaksanakan UNBK di seluruh NTT."

Petugas PLN di seluruh NTT, terlebih dahulu mengunjungi sekolah pelaksana UNBK, bertemu dengan kepala sekolah dan penanggung jawab tekniknya untuk memeriksa kelaikan instalasi sekolah dan daya listrik yang terpasang dan hal lain dari segi teknis,” tambah Safkaur.

Lebih lanjut Richard Safkaur menguraikan, persiapan yang dilakukan antara lain, mengecek instalasi dan simulasi menyalakan semua komputer dan laptop yang digunakan untuk ujian.

Di Kabupaten Lembata, misalnya, PLN menyiapkan di SMK Muruona dan SMK Lusikawak, Kabupaten Ende terdapat 12 sekolah, Kabupaten Manggarai enam  sekolah.

Di Kabupaten Belu, PLN mengamankan pasokan listrik pada empat sekolah dengan dukungan genset, yang telah dilakukan uji coba sebelumnya.

Baca: Ujian Nasional di SMAK Syuradikara Diikuti 287 Siswa

Pengamanan pasokan listrik di sekolah penyelanggara UNBK juga dilaksanakan kabupaten sedaratan Sumba, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten dan Kota Kupang, dan Kabupaten Flores Timur di Larantuka dan Pulau Adonara.

  “PLN berkomitmen untuk mendukung kelancaran UNBK ini."

Selain kesiapan teknis, kami juga menempatkan mesin genset sebagai  cadangan dan petugas piket di setiap sekolah yang akan menjadi solusi bila terjadi hal-hal yang berkaitan dengan listrik,” tandas Richard Safkaur.

 Sekretaris Dinas Pendidikan NTT, Aloysius Min, mengatakan total sekolah di NTT yang mengikuti ujian nasional (UN) tahun 2017 tingkat SMA/SMK sebanyak 108 sekolah.

Baca: Aneh! SMA di Adonara Tengah Belum Punya Gedung

Rinciannya, SMK 53 sekolah dan SMA 55 sekolah, dengan total peserta didik peserta UN sebanyak 74.372 peserta, terdiri dari 56.519 siswa SMA  dan sebanyak 17.853 peserta dari SMK.

Sedangkan khusus peserta UNBK di NTT tingkat SMA/SMK berjumlah 10.714 siswa. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved