Mendikbud Akan Terapkan Belajar 5 Hari untuk Siswa, Usulannya Siap Diajukan ke Presiden

Di acara kunjungan dan pelantikan anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Wakatobi di Gedung Sanggar Budaya Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Minggu (2/4/2017

Editor: Alfred Dama
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/12/2016) 

POS KUPANG.COM, WAKATOBI -- Di acara kunjungan dan pelantikan anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Wakatobi di Gedung Sanggar Budaya Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Minggu (2/4/2017) sore, Menteri Pendidikan dan Budaya (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyosisasikan rencananya penerapan kegiatan belajar mengajar (KBM) lima hari dalam seminggu di seluruh Indonesia.

Dia menjelaskan, rencana itu masih sebatas wacana dan baru akan diajukan saat rapat terbatas kabinet bersama presiden.

"Saya ingatkan itu masih wacana dan belum tentu terealisasi. Masih harus diajukan dalam rapat terbatas kabinet, waktu itu saya ajukan ujian nasional dihapuskan tapi justru ditolak," jelasnya kepada ratusan anak-anak dan guru sekolah Muhammadiyah yang hadir.

Ia menegaskan bahwa kebijakan itu bisa berdampak pada sektor lain terutama ekonomi dan wisata.

"Liburan di Wakatobi tidak cukup sehari, kalau para guru dan murid bisa libur dua hari dalam seminggu bisa datang ke sini. Oleh karena itu wisatawan akan meningkat dan Bupati Wakatobi juga harus siap-siap bangun banyak hotel," jelasnya.

Dalam acara itu Muhadjir Effendy didampingi Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nasir dan Bupati Wakatobi Arhawi. (Tribunnews.com, Rizal Bomantama)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved