Jumat, 5 Juni 2026

Kopi Kapal Api Launching Varian Baru Flores Manggarai Blend, Cita Rasanya Unik

Manajemen Kopi Kapal Api baru saja melaunching Kopi Kapal Api dengan varian baru Flores Manggarai Blend.

Tayang:
Penulis: Alfons Nedabang | Editor: Agustinus Sape
istimewa
Kopi Kapal Api dengan varian baru. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Alfons Nedabang

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Pihak Kopi Kapal Api baru saja melaunching Kopi Kapal Api dengan varian baru Flores Manggarai Blend.

Pencantuman nama Flores Manggarai beserta Komodo dan kampung adat Mbaru Niang pada kemasannya merujuk pada daerah asal kopi yang menjadi bahan baku Kopi Kapal Api.

"Kopi Kapal Api dengan bangga mempersembahkan varian baru Flores Manggarai Blend menggunakan paduan kopi Arabika dari Kabupaten Manggarai, Flores," demikian keterangan pihak Kopi Kapal Api yang disampaikan lewat pesan WhatsApp kepada Pos Kupang, Sabtu (1/4/2017).

Menurut pihak Kopi Kapal Api, cita rasa kopi Flores memiliki citarasa unik. Terkenal akan aromanya yang kuat dan citarasa yang khas - tidak begitu pahit atau sepat. Keunggulan tersebut membuat kopi Flores termasuk salah satu kopi yang dicari bagi penggemar kopi.

"Keunikan ini juga tercermin melalui rumah adat Mbaru Niang di Desa Wae Rebo, Manggarai yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai situs warisan budaya dunia."

Pihak Kapal Api memberi alasan mencantumkan nama Flores Manggarai beserta Komodo dan kampung adat Mbaru Niang pada varian baru kemasan Kopi Kapal Api.

"Tahun lalu ketika bapak Saleh Husin melakukan kunjungan ke pabrik kami, beliau memberi masukan untuk menggunakan nama kopi Flores sekaligus memperkenalkan pariwisata NTT melalui desain di kemasan. Karena produk Kapal Api ini juga diekspor," jelas pihak Kopi Kapal Api.

Keputusan manajemen Kopi Kapal Api diapresiasi mantan Menteri Perindustrian (Menperin), Saleh Husin.

Baca: Di Koperasi Kredit Aman Manggarai, Maria Melania Dahut Bahagia Melayani Petani

Politisi Partai Hanura ini menuturkan, ketika masih sebagai Menperin, dia berkunjung ke pabrik Kopi Kapal Api di Surabaya, awal tahun 2016.

"Saya melihat bahan bakunya banyak yang didatangkan dari Flores (Manggarai & Bajawa) tapi ketika sudah jadi produk olahan malah daerah asal kopi tersebut malah hilang dan tidak dicantumkan," ujar Saleh Husin lewat pesan WhatsApp kepada Pos Kupang.Com, Kamis (30/3/2017).

Kopi kapal api
Kopi kapal api (twitter)

Pada saat itu Saleh Husin menyampaikan ke pemilik pabrik untuk dianalasisa dan dirancang agar asal daerah bahan baku kopi Flores  ditampilkan dalam kemasan tersendiri.

"Karena saya yakin akan laku keras karena kopi Flores punya aroma tersendiri maka dibuatlah sampai jadi seperti sekarang ini. Cita-cita ketika masih Menperin agar produk kopi Kapal Api menampilkan Kopi Flores Manggarai akhirnya dapat terwujud. Bravo Kopi Flores," katanya.

Baca: Dokter Izinkan Julia Perez Pulang Rumah, Sang Ibunda Ungkap Alasannya, Sangat Mengharukan!

Menurut Saleh Husin, pencantuman nama kopi Flores Manggarai disertai dengan gambar Komodo dan rumah adat Mbaru Niang secara tidak langsung promosi pariwisata NTT. "Karena (produk Kapal Api) ini juga di ekspor," tambahnya. (*)
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved