Kembalinya Anak Timor Leste yang 'Diambil Paksa' oleh TNI

Makam Alberto Muhammad ada di Timor Leste, tapi dia belum meninggal dunia. Dia masih bernyawa dan kini tinggal di Jawa Barat, Indonesia. Alberto merup

Kembalinya Anak Timor Leste yang 'Diambil Paksa' oleh TNI
Alberto Muhammad menangis tersedu saat bertemu kakaknya Markita ximenes 

POS KUPANG.COM -- Makam Alberto Muhammad ada di Timor Leste, tapi dia belum meninggal dunia. Dia masih bernyawa dan kini tinggal di Jawa Barat, Indonesia. Alberto merupakan satu dari ribuan anak yang diambil oleh Indonesia saat Indonesia menduduki Timor Leste.

Setelah lebih dari 30 tahun lalu dipisah secara paksa, Alberto kembali ke Timor Leste dan wartawan BBC , Rebecca Henschke , mengikutinya dalam perjalanan tersebut.

Durasi penerbangan dari Pulau Bali ke ibu kota Timor Leste, Dili, kurang dari dua jam. Namun, selama 43 tahun hidupnya, Alberto Muhammad tak pernah membayangkan bakal menempuh perjalanan ini.

Kedatangan Alberto telah ditunggu kerumunan keluarga besarnya di Dili. Sebagian dari mereka rela bertolak dari desa ke Dili dalam perjalanan yang memakan waktu selama tujuh jam, demi bertemu Alberto.

Ketika kaki Alberto turun dari tangga pesawat dan menyentuh aspal bandara, dia langsung berlutut dan berdoa. Keluarga besar Alberto mengelilinginya. Semua ingin menyentuhnya, merasakan kulitnya, membelai kepalanya, dan menyentuh wajahnya. Tangis haru menetes dari mata mereka.

BBC Indonesia
Alberto Muhammad memeluk kakak perempuannya, Markita Ximenes. Alberto berulang kali mengucapkan, "Saya tidak percaya berada di sini."
Alberto berulang kali mengucapkan, "Saya tidak percaya berada di sini."

Pria itu tak ingin melewatkan waktu sejenak pun untuk bertukar kabar. Dia ingin tahu siapa yang sudah meninggal dunia, siapa yang punya anak, dan siapa menikah dengan siapa. Dia lalu diperkenalkan dengan sejumlah anggota keluarga dan ingatannya segar kembali.

Semua keluarga di negara kecil telah kehilangan sedikitnya satu anak akibat perang. Kematian menjadi sesuatu yang wajar di sini, tapi kembalinya anak yang hilang bukan sesuatu yang lumrah.

Alberto merupakan salah seorang dari 14 anak Timor yang hilang. Mereka kini berusia antara 30-an hingga 40-an tahun. Kembalinya mereka ke Timor Leste dimungkinkan berkat upaya kelompok HAM Indonesia, AJAR, dengan dukungan Komnas HAM, Kementerian Luar Negeri RI, serta pemerintah Timor Leste.

Alberto Muhammad beserta istri dan anak-anaknya di Karawang, Jawa Barat.
Alberto Muhammad beserta istri dan anak-anaknya di Karawang, Jawa Barat. (BBC Indonesia)

Komisi pencari kebenaran Timor Leste, CAVR, memperkirakan ada sekitar 4.000 anak Timor Leste yang dipisahkan secara paksa dari keluarga mereka antara 1975 sampai 1999 akibat militer Indonesia, pemerintah Indonesia, atau organisasi keagamaan. Mereka disebut anak yang dicuri.

Halaman
1234
Editor: Alfred Dama
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved