VIDEO: REI NTT Perjuangkan Penurunan Pajak BPHTB, Alasannya Demi Orang Miskin

REI NTT terus memperjuangkan penurunan pajak Biaya Perolehan Atas Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) kepada pemerintah kabupaten.

Laporan Wartawan Pos Kupang, Paul Burin

POS KUPANG. COM, KUPANG - Real Estate Indonesia (REI) Nusa Tenggara Timur (NTT) kini terus memperjuangkan penurunan pajak Biaya Perolehan Atas Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) kepada pemerintah kabupaten/kota di NTT.

Meski demikian, belum satupun pemerintah yang menurunkan BPHTB melalui Peraturan Daerah (Perda).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) REI NTT, Bobby Pitoby, MBA mengatakan hal ini ketika ditemui Pos Kupang  di Kupang, Selasa (21/3/2017).

Padahal menurut Bobby, perjuangan ini punya argumentasi yang sangat mendasar, yakni masyarakat kelas menengah ke bawah patut dibantu.

Apalagi kata Bobby, Presiden Jokowi sudah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 2016 tentang Pajak Daerah.

Di situ kata Bobby, presiden jelas-jelas meminta Pemkab/Pemkot untuk me-review pajak penghasilan dari penjualan tanah itu.

Selain Presiden, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) juga sudah menghimbau kepada semua kepala daerah dalam berbagai pertemuan di Jakarta maupun di daerah.

Namun, Bobby mengatakan, pemerintah daerah belum melakukannya karena menganggap BPHTB merupakan penghasilan yang dapat mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

Padahal menurut Bobby, dengan membebaskan BPHTB bagi masyarakat justru menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota untuk menyejahterakan masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Paul Burin
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved