Berita Flores Lembata Alor

Kejari Flotim Tahan Tiga Tersangka Korupsi Proyek JTP Wailebe

panitia pembuat komitmen (PPK) pada Dinas Perhubungan Flores Timur 2011 atas dugaan korupsi pembangunan jembatan tambatan perahu (JTP) Wailebe

Kejari Flotim Tahan Tiga Tersangka Korupsi Proyek  JTP Wailebe
Shutterstock
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Feliks Janggu

POS KUPANG.COM LARANTUKA -- Kejaksaan Negeri Flores Timur Rabu (22/3/2017) menahan Adnan Said (AS), panitia pembuat komitmen (PPK) pada Dinas Perhubungan Flores Timur 2011 atas dugaan korupsi pembangunan jembatan tambatan perahu (JTP) Wailebe tahun 2011.

Dua tersangka lain yang ditahan yakni konsultan pengawas Stanislaus Openg (SO) dan rekanan Direktur PT Limbers Sejahtera Alex Arif (AA).

Penahanan ketiga tersangka dilakukan usai Kejari Flotim menerima berkas dan barang bukti yang diserahkan unit Tipikor Flores Timur di Kejati NTT di Kupang Rabu (22/3/2017).

"Yang ditahan hari ini hanya AS dan AA. Mereka ditahan selama 20 hari sampai berkasnya dilimpahkan ke PN Tipikor Kupang," kata Kasi Intel Kejari Flotim Salesius Guntur SH atau Alle kepada Pos Kupang Rabu (22/3/2017) melalui pesan singkat (SMS).

Sedangkan SO, tambah Alle tidak ditahan karena ia telah ditahan untuk perkara lain. Namun ia tidak menyebut perkara lain apa yang menjerat SO tersebut.

Alle mengungkapkan tim JPU Kejari Flotim dipimpin langsung Kepala Kejari Flotim I Putu Gede Astawa SH dan tim JPU yang lain.

Alle menyebutkan hadir yakni Alboin Alboin M.Blegur SH, Jonathan S.Limbongan,SH, Faysal Karim SH, dan Kanit Tipikor Simamora.

Tambah Alle, perbuatan ketiga tersangka menyebabkan kerugian negara sebesar Rp.685 Juta. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved