VIDEO

VIDEO: Dinsos di NTT Siapkan Dana Pemberdayaan Diri Bagi eks Napi

Dinas sosial Kabupaten Kota di NTT telah menyiapkan dana pembinaan bagi penyandang masalah eksejahteraan sosial yang didalamnya termasuk para napi

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dinas sosial Kabupaten/Kota di NTT telah menyiapkan dana pembinaan bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial yang didalamnya termasuk para napi alias warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ketika mereka keluar dari lapas.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial NTT, Willem Fony, dikonfirmasi Pos Kupang, Senin (13/3/2017) sore. Willem memastikan bantuan pembinaan berupa modal dan peralatan dan bahan kerja bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial itu akan diberikan jika eks napi melaporkan diri ke dinas sosial setempat begitu keluar dari lapas.

"Saya mesti menyatakan terimakasih ke teman-teman pers yang selalu melihat dan memberitakan serta memberikan masukan kepada dinsos terkait dengan masalah penyadang kesejahteraan sosial, yang di dalamnya termasuk mereka yang mantan wbp. Mantan WBP aka mendpaatkan pembinaan dari dinsos," kata Willem.

Menurut Willem, setelah melaporkan diri dan data, eks napi itu akan dipanggil mengikuti pembinaan berupa pelatihan sesuai dengan minat dan ketrampilan yang dimiliki mereka.

"Ini adalah program dari propinsi dan pusat. eks napi akan diberikan pelatihan sesuai keinginan dan minat bakat mereka. Setelah itu mereka akan diberikan bantuan modal dan juga peralatan atau bahan untuk menunjang ketrampilan mereka itu," kata Willem.

Lebih lanjut Willem mengatakan, untuk para eks napi, sebelum mengikuti pelatihan mereka akan mengikuti pembinaan secara psikologis terlebih dahulu agar mereka siap menjalani kehidupan di masyarakat.

"Pertama mereka akan mengikuti pembinaan untuk mengembalikan mereka secara psikologis. Kedua, mereka akan mengikuti pelatihan untuk memperbaiki kehidupan ekonomi," kata Willem.

Bantuan itu, demikian Willem, bisa bermacam-macam, seperti modal usaha, atau bahan dan perlataan kerja. Jika eks napi bisa beternak maka akan diberikan bantuan ternak, jika eks napi bisa menjahit akan diberikan mesin jahit, dan lainnya sesuai bakat mereka.

Menurut Willem, belum lama ini pihaknya telah memberikan bantuan ternak kepada sejumlah mantan WBP di lapas TTU.
Kalapas Wanita Kelas III Kupang, Maria Mahdalena Nahak, S.sos, dikonfirmasi Senin (13/3/2017) sore berjanji akan menindaklanjuti keinginan warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang ingin mendapatkan sertifikat keahlian menjahit dan menenun serta modal dan perakatan kerja dari lembaga terkait.

Menurut Maria, pihaknya akan membicarakan hal itu kepada pimpinanya juga kepada pihak terkait seperti disperindag dan Citra busana serta Ina Ndao agar bisa memberikan sertifikat kepada wbp yang pernah dan akan mengikuti kursus menjahit dan menenun.

"Kami akan bicarakan dengan pimpinan dan juga dengan citra busana serta Ina Ndao agar wbp bisa dapat sertifikat. Saya kira harapan itu bisa terwujud," kata Maria, mantan Kaur kepegawaian dan keuangan lapas waikabubak (bukan kalapas waikabubak).

Selain sertifikat, tambah Maria, pihaknya juga akan membicarakan soal kemungkinan para WBP bisa mendapatkan modal dan peralatan kerja sesuai keahliannya itu dari dinas terkait. Seperti dari dinas sosial atau disperindag dan dinas lainnya.
Dengan demikian, Maria optimis setiap WBP yang sudah mengikuti pelatihan ketrampilan di lapas akan dengan mudah bisa memberdayakan diri ketika keluar dari lapas nanti. (vel)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved