Breaking News:

Tamonob: Ibu Hamil di Venun-TTS Lahir di Jalan Karena Tak Ada Fasilitas Kesehatan

Desa Venun di Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten TTS masih tergolong wilayah terisolasi dan belum merdeka.

Penulis: Julius Akoit | Editor: Alfred Dama
liberationnews.org
Ilustrasi ibu hamil. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Desa Venun di Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten TTS masih tergolong wilayah terisolasi dan belum merdeka.

Wilayah ini sangat membutuhkan akses jalan, listrik dan air bersih serta fasilitas kesehatan.

Tokoh Masyarakat Desa Venun, Yohanes Tamonob yang juga mantan kepala desa setempat, mengatakan hal tersebut kepada wartawan saat berada di kantor LSM Tananua Kupang, Sabtu (4/3/2017) siang.

Bahkan, kata Tamonob, hampir setiap tahun ada ibu hamil yang terpaksa melahirkan di jalan karena terlambat dibawa ke Puskesmas Oenlasi yang jaraknya mencapai sekitar 30 kilometer.

"Bulan November 2016 lalu, seorang ibu atas nama Lory Tefa (30) melahirkan di jalan sebelum sampai di Puskesmas Oenlasi. Banyak ibu hamil melahirkan di rumah, tanpa dibawa ke puskesmas," kata Tamonob.

Dikatakan Tamonob, beberapa tahun sebelumnya pernah dibangun polindes oleh pemerintah desa. Namun tidak dimanfaatkan karena tidak ada petugas kesehatan.

Baru dua pekan lalu, ada seorang bidan desa mulai bertugas di Desa Venun.

"Jalan ke Desa Venun hanya bisa dilalui sepeda motor. Masyarakat hanya bisa menggunakan motor ojek, tapi sewa ojeknya mahal. Selain itu, harus melewati kali karena tidak ada jembatan," kata Tamonob.

Pembangunan bak air pernah dilakukan pemerintah, kata Tamonob, tapi kemudian rusak dan dibiarkan begitu saja. Masyarakat terpaksa harus ambil air ke kali yang jaraknya cukup jauh.

Listrik sehen dari PLN pernah dipasang, kata Tamonob, tapi hingga kontrak selesai tidak dilanjutkan dengan pemasangan jaringan listrik. Akibatnya, warga kembali menggunakan lampu pelita karena petugas PLN mencabut kembali lampu sehen.

"Bukan cuma di Desa Venun, saya bersama petugas LSM Tananua sering ke Desa Ovu di Kolbano. Desa Ovu juga mengalami hal yang sama. Perhatian pemerintah terhadap masyarakat di Desa Ovu juga masih sangat rendah. Wilayah desa ini juga masih terisolasi dan seperti belum merdeka. Pak wartawan bisa konfirmasi kepada pak camat di kedua wilayah," kata Tamonob.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten TTS memperhatikan masalah tersebut. Air minum dan kesehatan merupakan masalah pokok. Juga masalah listrik dan lainnya.*

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved