Selasa, 14 April 2026

Peningkatan Kapasitas Tenaga Analis Penting Bagi Penegakan Diagnosa

Sebanyak 20 tenaga analis dari berbagai rumah sakit dan klinik Katolik mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tenaga Analis di Labkesda NTT, Jumat

Penulis: maksi_marho | Editor: Alfred Dama
Pos Kupang/Maxi Marho
Kepala Labkesda NTT, Agustinus Sally (berdiri paling ujung kanan) didampingi beberapa pejabat labkesda saat memantau kegiatan pemeriksaan kesehatan calon mahasiswa baru Stikes CHMK di kampus stikes tersebut, Rabu (9/8/2016) siang. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Maksi Marho

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Sebanyak 20 tenaga analis dari berbagai rumah sakit dan klinik Katolik mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tenaga Analis di Labkesda NTT, Jumat (24/2/2017) siang.

Peningkatan kapasitas tenaga analis penting bagi penegakan diagnosa penyakit.

Kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas tenaga analis digelar atas kerjasama Perdaki, Bapelkes NTT dan Labkesda NTT. Kegiatan pelatihan berlangsung selama dua pekan dan dibuka, Kadis Kesehatan Provinsi NTT, dr Kornelis Kodi Mete.

Kepala Program Malaria Persatuan Karya Darma Kesehatan Indonesia (Perdaki), dokter Ary Hermawan kepada wartawan di Labkesda NTT, mengatakan, pelatihan bagi tenaga analis merupakan bagian dari program penyakit malaria Perdaki untuk wilayah Indonesia Timur.

Untuk bisa melakukan diagnosa yang benar dan menemukan pasien penderita malaria, tenaga analis perlu ditingkatkan kapasitasnya supaya diagnosanya dilakukan dengan benar pula. Sehingga program pemberantasan penyakit malaria di wilayah NTT bisa berjalan dengan baik.

"Kegiatan pelatihan berlangsung selama dua minggu dan hari ini merupakan hari terakhir pelatihan. Kegiatan pelatihan didukung lembaga donor Global Fund," kata Hermawan.

Kepala Bapelkes NTT, Apolonaris Berkanis mengatakan, sesuai amanat UU tentang tenaga kesehatan, fasilitas pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kesehatan harus dilakukan di lembaga yang terakreditasi. Karena itulah, kegiatan pelatihan tenaga analis ini juga digelar di Labkesda NTT sebagai legiatan inti pelatihan.

Sementara kegiatan dasar dan penunjang pelatihan, kata Berkanis, digelar di Bapelkes NTT. "Jadi teorinya di Bapelkes NTT tapi prakteknya di Lablesda NTT," kata Berkanis.

Sementara Kepala Labkesda NTT, Agustinus Sally mengatakan, Labkesda NTT bukan semata melayani pemeriksaan laboratorium, tetapi juga sebagai lembaga rujukan ilmu tentang pemeriksaan mikroskopis bagi tenaga analis kesehatan. Karena itu, wajar saja kalau kegiatan pelatihan digelar di Labkesda NTT.*

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved