Ketika Mahasiswa Katolik Belajar Jurnalistik

Pelatihan terlaksana berkat kerja sama KOMSOS Keuskupan Agung Kupang dan Komsos Konferensi Waligereja Indonesia

Editor: Agustinus Sape
ISTIMEWA
Sejumlah mahasiswa Katolik sedang mengikuti pelatihan jurnalistik 

Oleh: Katarina Kewa Sabon Lamablawa
Mahasiswi Semester II Ilmu Komunikasi FISIP UNDANA

SENJA telah tiba. Sang mentari mulai meninggalkan peraduannya. Alam telah bertukar janji. Kini, samar-samar cahaya rembulan siap menjalankan tugasnya di tengah kegelapan malam.

Meskipun terang telah bertukar tempat dengan gelap, namun tak menyurutkan sedikit pun semangat para pemuda Katolik yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Katolik Keuskupan Agung Kupang (KMK KAK). Wajah-wajah muda itu masih tetap ceria bak sang surya walaupun telah dua hari ditempa dalam rangkaian kegiatan Pelatihan Jurnalistik yang bertempat di STIKOM Uyelindo, Kayu Putih, Kota Kupang.
    
Jumat (17/2) pagi, laksana bara api membakar semangat para pemuda Katolik itu untuk hadir dan berkumpul bersama dalam satu tujuan yang sama, belajar dan berproses dalam bidang jurnalistik sebagai wujud penyerahan diri mereka atas panggilan iman untuk mewartakan kehadiran Kristus di tengah dunia modern ini melalui media massa.

Pelatihan Jurnalistik yang terlaksana berkat kerja sama Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Kupang (KOMSOS KAK) dan Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KOMSOS KWI) ini berlangsung dengan sangat baik, tak ada kesan kaku, namun juga tak bisa disebut terlalu santai.

Para fasilitator, yaitu Anton Sumarjana dan Kevin Sanly Putra, yang didampingi Sekretaris Eksekutif  KOMSOS KWI, RD Kamilus Pantus, menciptakan suasana yang menyenangkan di tengah para peserta.

Hari pertama, para peserta disuguhi berbagai materi terkait dunia jurnalistik, yaitu Berita, Feature, Opini, Wawancara, dan tak ketinggalan Fotografi serta Videografi. Tak mau berdiam diri, dengan penuh antusias, orang-orang muda itu turut berperan aktif dengan melakukan dialog dengan para fasilitator selama pelatihan berlangsung. Bahkan tak hanya sekedar teori, para peserta pun langsung terjun ke lapangan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah mereka dapatkan.
    
Hari kedua, mentari mulai menampakkan wajahnya yang anggun di atas cakrawala kota Karang, kegiatan pun masih terus berlangsung. Kali ini, para peserta yang sebelumnya telah dibagi ke dalam enam kelompok, langsung mempresentasikan hasil kerja mereka. Wajah-wajah cerah nan bahagia diliputi api semangat yang tak kunjung padam tampil di muka, menyajikan karya mereka.

Sebagaimana proses pembelajaran, tentu tak semua yang ditampilkan seratus persen benar, tapi juga tak seratus persen salah. Dalam berproses, tentu saja bukan hasil yang diutamakan, namun hasil juga tak akan pernah mengkhianati proses.

Proses demikian sangat dinikmati para peserta. Berbagai evaluasi disampaikan oleh Anton Sumarjana yang memang telah banyak makan garam sebagai seorang kuli tinta. Setelah semua kelompok tampil, kini giliran mereka mempersiapkan lay out media massa yang mereka rancang sendiri. Selama kurang lebih tiga jam, masing-masing kelompok bergelut dengan tugasnya, mendesain dengan sebaik-baiknya wajah media mereka agar terkesan menarik dan menumbuhkan perhatian khalayak.

Di tengah kegiatan, tentu saja terkadang rasa bosan dan lelah datang menghampiri para peserta. Namun, para panitia yang merupakan tuan rumah, KMK St. Mikhael Malaikat Agung STIKOM Uyelindo, bersama para fasilitator dan RD Kamlius, serta Pastor Moderator KMK KAK, RD Hironimus Nitsae, tak kehabisan cara untuk kembali menyulutkan api semangat mereka.

Ada dua panitia dan satu peserta yang tampil menghibur dalam lawakan Stand Up Comedy. Tak hanya itu, sang pastor muda, RD Hiro tak mau ketinggalan mencairkan suasana, dengan menampilkan talentanya di bidang tarik suara. Disusul beberapa peserta lain yang juga memberikan hiburan dengan suara-suara emas mereka.

Ketika senja menyapa, semua aktivitas dihentikan, karena proses selama dua hari telah berakhir. Berakhirnya pelatihan jurnalistik ini bukan berarti mengakhiri proses untuk terus bergelut dalam bidang juranlistik dan mencintai jurnalisme. Dan tak lupa, sebagai umat katolik, kegiatan ini pun ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD Kamilus dan RD Hiro.

Suasana misa semakin megah dengan hadirnya Koor OMK Paroki Katedral Kristus Raja Kupang yang melantunkan senandung-senandung pujian nan merdu. Seusai Ekaristi, kembali para peserta menyatukan komitmen dalam Rencana Tindak Lanjut sebagai bentuk tanggung jawab mereka atas segala proses yang telah berlangsung selama dua hari tersebut. Meskipun menguras waktu dan tenaga yang tak sedikit, namun pelatihan jurnalistik tersebut telah membuka mata para pemuda itu untuk hadir dan menjawabi tantangan zaman akan kearifan yang harus dimiliki dalam menggunakan media massa sebagai sarana untuk mewartawakan tentang Kristus.

Melalui media massa, mereka bertekad untuk tidak hanya menceritakan tentang Kristus, tapi juga langsung menunjukkan siapa Kristus. We are not telling about Christ, but we are showing who is Christ. Sampai jumpa dalam pelatihan jurnalistik lainnya!*

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved