Polisi Bongkar Jaringan Pencurian di Ruteng, Pelakunya Pelajar SMA di Kota Ruteng

Bhabinkamtibmas Kelurahan Watu Polres Manggarai berhasil membongkar jaringan pencurian di kios milik warga di Kota Ruteng, Sabtu (11/2/2017) sore. Pen

Polisi Bongkar Jaringan Pencurian di Ruteng, Pelakunya Pelajar SMA di Kota Ruteng
POS KUPANG/IST
Enam pelaku pencurian di kios milik warga Kota Ruteng yang ditangkap polisi Polres Manggarai, Sabtu (11/2/2017) sore. 

POS KUPANG.COM, RUTENG -- Bhabinkamtibmas Kelurahan Watu Polres Manggarai berhasil membongkar jaringan pencurian di kios milik warga di Kota Ruteng, Sabtu (11/2/2017) sore. Pencurian di kios belakangan ini meresakan warga.

Para pelaku pencurian adalah pelajar SMA di Kota Ruteng yang masih di bawah umur. Mereka ditangkap polisi setelah polisi mendapat informasi kalau keenam pelaku sering melakukan pencurian di kios-kios warga yang tidak dijaga pemiliknya pada malam hari sampai pagi hari. Dari keenam pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti.

Kapolres Manggarai, AKBP Totok Mulyanto, DS, SIK kepada Pos Kupang di Mapolres Manggarai, Sabtu (11/2/2017) sore, mengaku prihatin dengan perbuatan keenam pelaku.

Pasalnya, para pelaku masih di bawah umur dan harusnya tidak melakukan perbuatan yang merugikan masa depan, orangtua dan merusak nama baik sekolah. "Keenam pelaku adalah pelajar SMA salah satu sekolah swasta di Kota Ruteng," ujar Totok.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan anggotanya para pelaku ditangkap bersama Staf Kelurahan Watu dan beberapa orang masyarakat Watu.

"Enam orang komplotan pencuri atau pelaku pembongkaran kios yang selama ini meresahkan masyarakat di sekitar Kota Ruteng. Dari hasil interogasi awal, para pelaku mengaku membongkar kios di Bilas dan di Kelurahan Watu. Setelah melakukan interogasi, anggota kami membawa keenam pelaku ke Mapolres Manggarai untuk dimintai keterangan," kata Totok.

Ia menyebutkan inisial para pelaku yakni V, N, E, F, R dan S. Sedangkan barang bukti yang sudah dijual para pelaku, yakni minyak goreng bimoli ukuran lima liter.

Minyak goreng tersebut dicuri dari kios-kios lalu dijual para pelaku ke teman-temannya dengan harga bervariasi antara Rp 10 ribu -Rp 15 ribu per jeriken.

Sementara barang bukti berupa rokok, biskuit, minyak rambut, uang serta sabun mandi dan sabun cuci langsung dibagi-bagi atau dikonsumsi sendiri oleh para pelaku di kos pelaku milik S di Kelurahan Watu.

Totok menegaskan, pihak kepolisian akan mendata semua kasus pencurian di kios di Kota Ruteng yang sudah dilaporkan ke Polres Manggarai.

"Apakah keenam pelaku memang sering mencuri dengan sasaran kios warga dan berapa jumlah kiosnya sedang kami dalami," ujar Totok. (ris)

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved