Senin, 13 April 2026

Longsor di Desa Fulur, Kecamatan Lamaknen Wabup Perintah Camat Hitung Kerugian

Untuk kerugianya saya sudah perintahkan camat laporkan ke BNPB tapi rincian laporannya belum masuk," kata Wabup Ose Luan saat diwawancarai di Atambua

Editor: Ferry Ndoen
edi bau
LIHAT LONGSOR - Warga Desa Fulur duduk di bibir jalan yang amblas terkena longsor, Minggu (5/2/2017). 

POS KUPANG.COM, ATAMBUA- Jumlah kerugian yang dialami warga Kampung Joltoi, Desa Fulur, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, pada Sabtu (4/2/2017) belum diketahui.

Namun Wakil Bupati (Wabup) Belu, JT. Ose Luan telah memerintahkan camat setempat untuk melakukan pendataan dan menghitung kerugian yang diderita warga.

"Untuk kerugianya saya sudah perintahkan camat laporkan ke BNPB tapi rincian laporannya belum masuk," kata Wabup Ose Luan saat diwawancarai di Atambua, Senin (6/2/2017).

Dikatakannya, dirinya sudah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi riil di lapangan. Dan hasil pantauannya, kerugian yang diderita bisa mencapai ratusan juta rupiah karena rumah yang terkena longsor, rusak parah dan tidak bisa ditempati lagi.

"Kita minta agar yang rumahnya terkena longsor harus segera mengungsi menjauhi lokasi, jangan sampai timbul korban karena kondisi tanah tidak stabil, dan cuaca terus hujan bisa terjadi longsor sewaktu-waktu," katanya.

Mengenai permintaan warga agar ada akses jalan alternatif, Wabup mengatakan sudah langsung ditangapi Dinas Pekerjaan Umum. Sudah ada alat berat berupa eskavator dan truk yang siaga di lokasi untuk membuka jalan alternatif melalui Dusun Holpara menuju gereja pusat Desa Fulur.

"Jalan itu tidak bisa dipakai lagi ataupun diperbaiki. Karena itu, kita pakai jalan alternatif dari Dusun Holpara menuju pusat desa," jawabnya.

Untuk bantuan terhadap para korban longsor, Wabup Belu mengatakan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten Belu sudah siapkan bantuan tanggap darurat berupa makanan dan terpal.

"Kita minta BNPB segera berikan bantuan awal. Kalau untuk bantuan bahan bangunan (sesuai permintaan warga, red) sebenarnya bisa diberikan hanya yang tersedia di BNPB hanya bantuan tanggap darurat," jelasnya.

Seperti diketahui, tujuh keluarga di Kampung Joltoi, Desa Fulur, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu kehilangan tempat tinggal akibat rumah yang ditempati selama ini terkena bencana tanah longsor, pada Sabtu (4/2/2017) dini hari.

Dalam musibah itu tidak ada korban jiwa namun kerugian material mencapai ratusan juta rupiah karena tujuh rumah warga yang terkena longsor adalah rumah permanen yang tidak bisa ditempati lagi.

Tak hanya rumah warga yang tertimpa longsor, ruas jalan yang melewati kampung itu juga terputus dan amblas. Saat ini, tujuh keluarga sudah mengevakuasi seluruh barangnya dan menginap sementara di rumah kerabat dan tetangga terdekat.

Pantauan Pos Kupang, Minggu (5/2/2017) sekitar pukul 10.00 wita, warga korban longsor terlihat duduk berkumpul dekat rumah yang terkena bencana longsor. Ada yang berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih tersisa.

Tujuh rumah permanen yang terkena longsor terlihat retak-retak, ada temboknya ambruk. Ruas jalan yang amblas sekitar 150 meter dengan kedalaman sekitar 1,5 meter. Akibatnya, arus transportasi dari Weluli, ibukota Kecamatan Lamaknen menuju Desa Fulur, Desa Mahuitas, Desa Kewar dan Desa Lamaksenulu putus total, begitupun jalur jalan sebaliknya.

Korban longsor, Petrus Mau kepada Pos Kupang di lokasi longsor, Minggu (5/2/2017) mengatakan, longsor yang menimpa kampung itu bukan baru terjadi kali ini.Tahun lalu longsor juga terjadi namun hanya dua rumah yang kena.

Selama ini warga sudah melihat tanah di kampung itu retak-retak, baru pada Sabtu dini hari terjadi longsor dan menyeret rumah mereka.

Menurutnya, jika pemerintah ingin membantu hendaknya bantuan yang dibutuhkan bukan bukan memberikan bantuan makanan dan peralatan dapur seperti sebelumnya. "Kami butuh rumah atau minimal bahan bangunan agar kami bisa membangun lagi," katanya. (roy)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved