Menteri Sosial : Hampir 10.000 e-Warung Siap Edarkan Bantuan Pangan

Pemerintah segera menyalurkan subsidi pangan untuk 1,4 juta masyarakat penerima secara non tunai.

Menteri Sosial : Hampir 10.000 e-Warung Siap Edarkan Bantuan Pangan
Kontributor Malang, Andi Hartik
Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa (kanan) bersama Bupati Malang Rendra Kresna saat memakan beras sejahtera atau rastra di Perum Bulog Sun Divre Malang, Senin (23/1/2017) 

POS KUPANG.COM, JAKARTA --Pemerintah segera menyalurkan subsidi pangan untuk 1,4 juta masyarakat penerima secara non tunai.

Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial mengatakan, saat ini sudah ada 9.782 e-warung dan agen yang siap melayani pembelian kebutuhan masyarakat penerima bantuan tersebut.

Jumlah tersebut, melebihi 1.400 e-warung yang menjadi kebutuhan minimal untuk menunjang pemanfaatan subsidi pangan bagi 1,4 juta keluarga kurang mampu. "Sudah banyak," katanya di Jakarta, Senin (6/2/2017).

Meskipun banyak, pemerintah berencana menambah kembali jumlah agen penyalur. Upaya tersebut sebagai antisipasi atas peningkatan penyaluran subsidi pangan pada 2018. Khofifah mengatakan, dalam rencana kerja pemerintah tahun 2018 jumlah penerima bantuan subsidi pangan akan ditingkatkan menjadi 10 juta keluarga penerima.

Muliaman D Haddad, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pemerintah juga memberdayakan para pedagang di pasar untuk ikut serta menjadi agen. Mereka akan diberi pendampingan agar bisa menjadi agen untuk menjadi tempat pemanfaatan subsidi pangan.

Pemerintah akan bentuk agen baru. "Itu akan dilihat syarat administrasinya, tapi poinnya akan dipermudah," katanya.

Pemerintah memutuskan untuk mengubah penyaluran bantuan beras untuk masyarakat kurang mampu. Bantuan yang dulu diberikan dalam bentuk beras, sekarang secara bertahap akan diubah menjadi dalam bentuk subsidi pangan yang disalurkan secara non tunai.

Teten Masduki, Kepala Staf Kepresidenan mengatakan, langkah tersebut untuk mengatasi masalah ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran tersebut. "Selama ini dari hasil kajian KPK memang banyak masalah, dari sisi jumlah, kualitas, dan lain sebagainya, makanya diperbaiki," katanya.

Khofifah mengatakan, selain memperbaiki penyaluran langkah tersebut juga dilakukan untuk memberdayakan masyarakat. "Untuk e-warung penerima program keluarga harapan misalnya, saat pengepakan satu bungkus beras misalnya dapat Rp 300 per bungkus dari Bulog, dengan upaya ini diharapkan mereka bisa lebih berdaya," katanya. (Kompas.Com)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved