Banyak Daratan Berubah

Abrasi yang menerjang pantai timur Teluk Maumere, makin besar dampaknya dalam tiga tahun belakangan. Puluhan meter daratan telah berubah jadi pantai.

Editor: Alfred Dama
POS KUPANG/EGY MOA
Jalan menuju dermaga feri Namangkewa di Kabupaten Sikka yang rusak dihantam gelombang 

POS KUPANG.COM, MAUMERE -- Abrasi yang menerjang pantai timur Teluk Maumere, makin besar dampaknya dalam tiga tahun belakangan. Puluhan meter daratan telah berubah jadi pantai. Ratusan pohon kelapa dan bakau lenyap dari pesisir pantai.

"Tempo hari di wilayah RT 10 ada tanaman bakau. Saat ini
tidak ada satu pohon pun. Daratan juga semakin sempit dengan pantai dibanding kondisi tahun-tahun sebelumnya," kata Faustinus Vasco, S.Sos,warga Dusun Wair Habi, Desa Habi, Kecamatan Kangae, Senin (6/2/2017) di Maumere.

Vasco mengatakan, dampak abrasi semakin hebat pasca pembangunan turap dari wilayah Kota Uneng sampai di kali mati Waioti. Tekanan air laut dari arah timur kali mati makin hebat dengan tingkat kerusakan yang semakin berat setiap tahun.

Gelombang laut tidak ada hambatan mengikis semua tanaman dan daratan di kawasan Wair Habi ke arah timur. Setiap tahun puluhan pohon kelapa dan segala jenis pepohonan yang tumbuh di sepanjang pantai dikikis gelombang.

Vasco menyarankan Dinas Pekerjaan Umum dan Bappeda mengundang perguruan tinggi membuat kajian dan perencanaan ulang menyelamatkan daratan di sepanjang pantai timur. Setiap tahun kerusakan terus bertambah parah.

Menurut dia, lebib cocok bangun pemecah gelombang (break water) yang dilengkapi dengan kanal. Bukan turap,karena dampaknya dialami wilayah sekitar.

Maridian Dewanta Dado, S.H, warga Desa Habi, mengingatkan pemerintah tidak memandang enteng dampak abrasi sepanjang pantai timur Kota Maumere. Daratan, tanaman dan rumah penduduk telah rusak akibat abrasi yang datang silih berganti setiap musim.

"Daratan akan musnah oleh lautan. Bangun turup akan mengangkat derajat kehidupan warga di sepanjang pantai timur, sehingga warga hidup lebih nyaman terhindari dari rasa takut," kata Dado. (ius)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved