Pasca-Kisruh di Buton Tengah, 200 Personel Brimob Diturunkan

Polda Sulawesi Tenggara menurunkan 2 satuan setingkat kompi (SSK) personel Brimob di Kabupaten Buton Tengah pasca-kerusuhan di wilayah itu, Sabtu (4/2

Pasca-Kisruh di Buton Tengah, 200 Personel Brimob Diturunkan
Kontributor Baubau, Defriatno Neke
Menjelang Pilkada, Situasi di Kabupaten Buton Tengah Memanas. Tiga unit mobil avanza Kelurahan Watolo, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara di bakar massa, Sabtu (4/2/2017) sekitar pukul 22.00 wita 

POS KUPANG.COM, KENDARI -- Polda Sulawesi Tenggara menurunkan 2 satuan setingkat kompi (SSK) personel Brimob di Kabupaten Buton Tengah pasca-kerusuhan di wilayah itu, Sabtu (4/2/207) malam.

Pengiriman pasukan Brimob itu menyusul terjadinya insiden pembakaran tiga unit mobil dan satu posko pemenangan calon bupati di Kelurahan Watolo, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, tadi malam.

Komandan Satuan Brimob Polda Sultra, Kombes Pol Kasero Manggolo mengatakan, pengiriman anggota Brimbob untuk membantu pengamanan di wilayah tersebut.

“Sudah ada 1 SKK personel Brimob dari Batauga kita geser ke sini, untuk 1 SKK lagi, kita kirim besok pagi dari Kendari," kata Kasero dihubungi via telepon, Minggu (5/2/2017).

Kasero mengatakan, saat ini, dia bersama Wakapolda Sultra sudah berada di Buton Tengah untuk melakukan pertemuan dengan semua pihak terkait.

"Ini baru pertemuan mediasi dulu semua stakeholder untuk mengantisipasi agar konfliknya tidak meluas. Soal penempatan personil Brimob nanti Kapolres yang ditanya ya," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Baubau AKBP Suryo Aji mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus pembakaran mobil dan posko pemenangan pasangan calon (paslon) Buton Tengah.

"Anggota di lapangan masih mengumpulkan barang bukti dan olah TKP, dan penyebabnya masih kita coba dalami beberapa saksi-saksi terus dicari oleh serse dan intel. Jadi belum ada siapa pelaku kejadian itu, kita kasih kesempatan anggota untuk bekerja dulu ya," terangnya.

Untuk saat ini, pihaknya lanjut mengamankan wilayah agar konfliknya tidak meluas.

"Jadi sebelum kejadian sekitar jam 5 sore hujan deras di sini, ditambah listrik padam. Nanti jam 11 atau jam 12 malam baru menyala listriknya, setelah kejadiannya pukul 10 malam," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, tiga unit kendaraan roda empat yang digunakan tim pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra) dibakar massa di Kelurahan Watolo, Kecamatan Mawasangka, Buteng, Sabtu (4/2/2017) malam.

Tak hanya itu, posko pemenangan juga ikut terbakar. Selain itu, kaca rumah milik mantan anggota DPRD Sultra, Abdul Hasan Mbou juga pecah akibat dilempari batu. (Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati)

Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved