Jaksa Agung dari 16 Negara Bagian Bersatu, Kecam dan Lawan Donald Trump

Kecaman yang dilayangkan pada Minggu (29/1/2017) waktu setempat itu, terkait perintah eksekutif yang baru ditandatangani Trump.

Jaksa Agung dari 16 Negara Bagian Bersatu, Kecam dan Lawan Donald Trump
TAMI CHAPPELL / AFP
Pengunjuk rasa menggelar aksi Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta, 29 Januari 2017, terkait kebijakan Anti-imigran yang diambil Presiden AS Donald Trump. 

POS KUPANG.COM, WASHINGTON -- Para Jaksa Agung dari 16 negara bagian di Amerika Serikat, termasuk California dan New York, mengeluarkan kecaman terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Kecaman yang dilayangkan pada Minggu (29/1/2017) waktu setempat itu, terkait perintah eksekutif yang baru ditandatangani Trump.

Para Jaksa Agung menyebut kebijakan Presiden AS yang diusung Partai Republik tersebut melawan konstitusi. Mereka pun berjanji akan melawan perintah Trump tersebut.

Seperti dikutip dari AFP, para jaksa agung itu mengeluarkan pernyataan sikap bersama.

Hal itu terjadi hanya berselang dua hari sejak Presiden Trump resmi menangguhkan masuknya gelombang pengungsi dan warga dari tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim.

Sebanyak 16 Jaksa Agung yang mengecam presiden tersebut seluruhnya berasal dari Partai Demokrat.

Jumlah penduduk di 16 negara bagian itu mencapai sepertiga jumlah penduduk AS.

"Sebagai kepala di bidang penegakan hukum untuk lebih dari 130 juta warga Amerika Serikat dan juga warga asing yang menetap di negara kita, kami mengecam Presiden Trump," demikian bunyi salah satu bagian pernyataan itu.

"Kebijakan tersebut inkonstitusional, tidak mencerminkan bangsa AS, dan merupakan bentuk perintah eksekutif yang melawan hukum."

Para Jaksa Agung ini berjanji untuk bekerja sama memastikan pemerintah federal mematuhi konstitusi, dan menghormati sejarah AS sebagai bangsa imigran.

Halaman
12
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved