VIDEO: Proyek Drainase Rp 2,4 Miliar Ambruk Diterjang Banjir

Proyek pengadaan konstruksi saluran air (drainase) di Dusun Dendeng, Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, ambruk diterjang banjir

Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit

POS KUPANG.COM, OELAMASI -- Proyek pengadaan konstruksi saluran air (drainase) di Dusun Dendeng, Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, ambruk diterjang banjir, Jumat (27/1/2017) dinihari.

Proyek ini dikerjakan PT. Bukidalam Barisani TA 2015 lalu dan baru rampung bulan Februari 2016. Proyek ini menggunakan sumber dana APBD Provinsi NTT sebesar Rp 2.407.004.000,00 (2,4 miliar).

"Saluran ambruk karena kontraktor tidak memakai lubang peresapan air pada dinding drainase," jelas Daud Modok, warga Dusun Dendeng.

Saat para tukang dan buruh bekerja, kata Modok, ia sudah memperingatkan agar dinding saluran harus memakai lubang peresapan air. Sebab bila tidak, bisa ambruk. Apalagi saluran itu melintasi di samping halaman rumahnya.

"Mereka mengiyakan saat saya beri saran. Tapi realisasinya tidak ada. Akibatnya, saat banjir datang, dinding saluran ambruk karena tidak kuat menahan jalan air," jelas Modok.

Yang membuat dia lebih kesal, lebar saluran tidak seragam. Di bagian hulu lebar 3 meter. Lalu di bagian tengah menyempit menjadi satu meter saja. Kemudian di bagian hilir jadi 8 meter lebarnya.

"Jadi jangan heran kalau banjir datang, tersendat jalan air. Akibatnya dinding saluran roboh karena tidak kuat menahan terjangan banjir," tukasnya.

Kades Noelbaki, Melky Kiubana, yang dimintai komentar terpisah, Jumat siang, membenarkan adanya laporan warga soal saluran drainase yang ambruk.

"Saya duga ada kesalahan dalam konstruksi dinding saluran. Sebab tidak memiliki lubang peresapan air," tukasnya.

Ia berjanji akan melaporkan soal bencana itu ke Kantor Dinas PU Kabupaten Kupang untuk ditindaklanjuti.

Pantauan Pos Kupang, ada sekitar 12 meter dinding saluran yang ambruk diterjang banjir. Tembok penahan jatuh ke dalam selokan berkeping-keping, ditutupi sampah dan lumpur.*

Penulis: Julius Akoit
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved