Tembok Penahan Jembatan Airbaun Ambruk
Diduga dikerjakan asal jadi, tembok penahan Jembatan Airbaun di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, ambruk dikikis banjir, Juma
Penulis: Julius Akoit | Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit
POS KUPANG.COM, OELAMASI -- Diduga dikerjakan asal jadi, tembok penahan Jembatan Airbaun di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, ambruk dikikis banjir, Jumat (27/1/2017) pagi.
Proyek senilai Rp 3 Miliar lebih ini, juga belum rampung dikerjakan PT. Mutis Eka Karya. Padahal sudah dikerjakan sejak akhir bulan September 2016 lalu.
"Kami menduga, secara teknis dikerjakan asal jadi dan tanpa pengawasan dari Dinas PU Provinsi NTT," jelas Darwin Dethan dan Jems Nggili, dua tokoh masyarakat setempat.
Menurut pantauan mereka, tembok penahan di ujung jembatan ditutupi tanah tumpang saja tanpa batu dan kerikil. Dan tidak dipadatkan. Sehingga ketika hujan dan banjir datang, terkikis lalu ambruk tembok penahannya.
"Anak-anak kami kalau ke sekolah, mengharapkan jembatan ini. Supaya cepat sampai. Memangkas waktu. Kalau putus begini, terpaksa anak-anak harus memutar lewat Kelurahan Tarus baru sampai sekolah," jeluh Ny. Lina, warga setempat.
Ketua Forum Kuan Naek Pah Timor, Metu Oematan, yang dimintai komentarnya mengatakan tidak merasa heran apalagi terkejut jika menemukan kasus proyek fisik di Kabupaten Kupang yang memiliki usia pakai sangat pendek bahkan hancur sebelum digunakan.
"Terlalu banyak kasus proyek. Itu karena perencanaan sangat buruk dan pengawasan teknis apa adanya. Jadi bukan hal yang baru bahkan tidak membuat kami heran. Karena hampir semua proyek fisik di Kabupaten Kupang nasibnya seperti begitu," katanya.
Solusinya, lanjut Oematan, pekerjaan fisik jembatan itu belum rampung kendati sudah tutup tahun anggaran 2016.
"Mereka harus addendum waktu. Ditambah masa pemeliharaan 6 bulan. Kesempatan itu dipakai untuk memperbaikinya," kata Oematan.
Pantauan Pos Kupang, Jumat siang, puluhan warga setempat bergotong royong menutup lubang yang menganga di ujung jembatan menggunakan batu dan pasir kali. Sedangkan dinding tembok penahan di sebelah selatan yang roboh dan retak, dibiarkan begitu saja. *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/temok-penahan-jembatan-ambruk_20170129_174916.jpg)