Program Pamsimas 2016 di Nagekeo Gagal Dieksekusi
Program air minum dan sanitasi masyarakat (Pamsimas) tahun 2016 untuk enam desa di Kabupaten Nagekeo gagal dieksekusi. Penyebabnya, ketidaksiapan desa
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad
POS KUPANG.COM, MBAY -- Program air minum dan sanitasi masyarakat (Pamsimas) tahun 2016 untuk enam desa di Kabupaten Nagekeo gagal dieksekusi. Penyebabnya, ketidaksiapan desa-desa sasaran menyediakan dana sharing untuk program tersebut.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nagekeo, Agustinus Fernandes ketika ditemui di Aula Pondok SVD Mbay, Rabu (25/1/2017).
Dikatakan Agus, demikian Agustinus disapa, program Pamsimas tahun 2016 yang gagal dieksekusi merupakan Pamsimas yang dibiayai APBD II Nagekeo senilai Rp 1,3 miliar lebih. Prkgram tersebut, kata Agus, terpaksa digesernke tahun anggaran 2017, karena ketidaksiapan desa-desa menyiapkan dana sharing.
"Program itu mengharuskan desa menyiapkan dana sharing 4- 5 persen. Desa-desa sasaran ini belum siap. Terpaksa digeser ke tahun 2017," kata Agus.
Sementara pada tahun 2017, ungkap Agus, ada 12 desa yang menjadi sasaran program Pamsimas. "Dengan demikian, total desa sasaran Program Pamsimas tahun 2017 menjadi 18 desa. Enam desa luncuran tahun 2016 dan 12 desa tahun 2017, " demikian Agus.
Duabelas desa sasaran Pamsimas tahun 2017, lanjut Agus, dibiayai APBD II Nagekeo dan APBN. "Dari APBD II Nagekeo Rp 1,5 miliar untuk enam desa dan dari APBN Rp 1,5 miliar untuk enam desa.
Keenam desa penerima program Pamsimas tahun anggaran 2016 yang digeser ke tahun anggaran 2017 yakni, Desa Bidoa dan Desa Woedoa di Kecamatan Nangaroro, Desa Tenda Toto di Kecamatan Wolowae, Desa Wuliwalo dan Desa Jawapogo di Kecamatan Mauponggo dan Desa Ladolima di Kecamatan Keo Tengah.
Khusus untuk Desa Ladolima karena pagu anggaran di bawah Rp 100 juta, terpaksa menggunakan metode survey ke toko - toko penyedia dan harga toko terendah yang akan menjadi penyedia.
Sedangkan lima desa lainnya dilakukan dengan metode pemilihan langsung.
PLT Kepala desa Bidoa, Lambertus Lengi mengatakan bahwa program Pamsimas untuk desa Bidoa merupakan yang pertama kali dengan dana sekitar Rp 180 juta yang di alokasikan untuk pengadaan pipa Rp 114 juta dan sisanya untuk batu pasir dan lainnya.
Untuk mendapatkan dana ini, katanya, masyarakat Desa Bidoa berjuang keras termasuk menyiapkan dana partisipasi. Karena itu ia meminta agar rekanan yang menang pelelangan bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang di tentukan serta aturan main yang disyaratkan dalam petunjuk teknis.*
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bak-air-pasimas_20150721_175415.jpg)