Sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN, Rektor Undana: Sekolah Dilarang Manipulasi Data Siswa

Universitas Nusa Cendana (Undana) mulai mensosialisasikan Kebijakan SNMPTN dan SBMPTN 2017 kepada SMA/SMK/MA/MA

Sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN, Rektor Undana: Sekolah Dilarang Manipulasi Data Siswa
istimewa
Prof. Fred Benu, Rektor Undana Kupang 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Maksi Marho

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Universitas Nusa Cendana (Undana) mulai mensosialisasikan Kebijakan SNMPTN dan SBMPTN 2017 kepada SMA/SMK/MA/MAK.

Pihak sekolah dilarang memanipulasi data portofolio siswa dalam mengisi PDDS siswa.

Sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Sosialisasi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dilakukan langsung Rektor Undana, Prof. Fred Benu kepada para Kepala SMA/SMK/MA/MAK se-Kota Kupang dan Kabupaten Kupang di aula lantai tiga Gedung Rektorat, Senin (23/1/2017) siang.

Pada kesempatan ini, Prof. Fred Benu, menegaskan, sekolah akan diberi sanksi dengan tidak mengikutsertakan siswa/siswinya dalam pengisian PDDS pada tahun berikutnya jika berani memanipulasi data portofolio siswa.

Saat ini, panitia SNMPTN sedang melakukan verifikasi ulang SNMPTN dan SBMPTN.

Dua tahun lalu, kata Prof Fred Benu, terdapat sekolah yang melakukan manipulasi portofolio siswa saat pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDDS). Sekolah tersebut diketahui usai panitia melakukan verifikasi.

"Dua tahun lalu ada sekolah yang kedapatan menipu data siswa dalam pengisian PDSS setelah diverifikasi. Kami sudah beri sanksi tegas dengan tidak mengikutsertakan peserta didik sekolah tersebut melalui PDDS," tegasnya.

Prof Fred Benu, menjelaskan landasan konseptual SNMPTN dan SBMPTN adalah, satu kesatuan sistem pendidikan nasional melalui integrasi vertikal pendidikan, memberikan pengakuan terhadap semua prestasi kademik siswa selama menempuh pendidikan menengah sebagai pertimbangan dalam penerimaan mahasiswa baru di PTN.

Selain itu memberi kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh siswa lulusan sekolah menengah yang mempunyai prestasi akademik terbaik seluruh Indonesia untuk dapat mengikuti pendidikan tinggi program sarjana di PTN di Indonesia tanpa diskriminasi, memberikan peran kepada sekolah menengah untuk ikut bersama-sama dengan PTN dalam proses penerimaan mahasiswa baru, serta membangun budaya akademik yang menjunjung tinggi nilai kejujuran dan edukasi nasional penggunaan teknologi informasi dan sebagai wahana perekat bangsa karena diikuti oleh lintas wilyah di Indonesia.

Tujuan SBMPTN, sebutnya, memberikan kesempatan kepada siswa SMA, MA, SMK atau SRI di luar negeri yang memiliki prestasi unggul untuk memperoleh pendidikan tinggi dan memberikan peluang para PTN untuk mendapatkan calon mahasiswa baru yang mempunyai prestasi akademik.

Sedangkan tujuan SBMPTN, tambah Prof. Benu, yaitu, menyeleksi calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan studi di PT dengan baik dan member peluang bagi calon mahasiswa untuk memilih lebih dari satu PTN lintas wilayah. Biaya pendaftaran SNMPTN dan SBMPTN, katanya, ditanggung pemerintah.

Sedangkan, biaya seleksi mandiri PTN dibebankan kepada peserta sebesar Rp 200.000. Hasil seleksi mandiri, jelas Prof. Fred, diharapkan memanfaatkan hasil tes SBMPTN dan difasilitasi panitia pusat.*

Penulis: maksi_marho
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved