Gereja Pintu Terbuka

Itulah seruan profetis Paus Fransiskus dalam surat apostolik Evangelii Gaudium (EG), yang menjadi sumber inspirasi

Gereja Pintu Terbuka
Pos Kupang/Aris Ninu
Uskup Ruteng, Mgr. Hubertus Leteng

Hasil Sidang Pastoral Keuskupan Ruteng

Oleh Dr. Martin Chen
Direktur Puspas Keuskupan Ruteng

POS KUPANG.COM - "Saya memimpikan sebuah keputusan misionaris, yang mampu untuk memperbaharui segalanya, sehingga kebiasaan-kebiasaan, cara-cara, agenda-agenda, bahasa dan setiap struktur Gereja menjadi sebuah kanal, yang lebih melayani evangelisasi dalam dunia dewasa ini, daripada upaya mempertahankan kemapanan diri." (EG, 27).

Itulah seruan profetis Paus Fransiskus dalam surat apostolik Evangelii Gaudium (EG), yang menjadi sumber inspirasi sidang pastoral Keuskupan Ruteng dari tanggal 9-13 Januari 2017. Dalam perhelatan agung ini, para peserta memfokuskan diri pada pewartaan sebagai implementasi Sinode III tahun 2017 dengan tema: "Firman-Mu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku" (Mzm 119:105).

Bergerak Keluar
Kesaksian seperti apakah yang dapat Gereja berikan kepada manusia dalam dunia dewasa ini yang dililit oleh gurita egoisme dan konsumerisme? Kemajuan pesat teknologi seperti yang tampak dalam kehebatan media sosial serta peningkatan kesejahteraan material tidak membuat manusia bertambah bahagia, tetapi justru sebaliknya.

Manusia postmodern malah diselubungi oleh kabut gelap "kesedihan dan kecemasan yang lahir dari hati yang puas diri namun tamak, pengejaran akan kesenangan sembrono dan hati nurani yang tumpul" (EG,2).

Gereja adalah tanda nyata kehadiran Allah yang datang ke tengah dunia agar manusia memperoleh kehidupan yang sejati dalam kelimpahan (Yoh 10:10). Sukacita yang memenuhi diri dalam perjumpaan dengan Allah, itulah yang menjadi hakikat Gereja sekaligus isi perutusan dirinya. Gereja hadir bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk mewartakan kabar gembira keselamatan Allah bagi manusia. Menurut Paus Fransiskus wujud nyata Gereja yang diresapi oleh sukacita Injil adalah Gereja yang bergerak keluar, Gereja pintu terbuka. Apakah artinya ini?

Pertama, Gereja yang menyambut siapa saja yang digerakkan oleh Roh untuk mencari Allah (EG 47). Gereja pintu terbuka ibarat rumah Bapa yang terbuka bagi siapa saja yang berkehendak baik. Gereja demikian tidak hanya sibuk mengurus umatNya sendiri.

Ia juga tidak membuat diskriminasi umat sendiri dengan orang lain. Ia tidak menutup diri kepada yang biasanya dianggap lain. Tetapi Gereja pintu terbuka adalah Gereja yang merangkul semua orang yang datang kepadaNya dengan pelukan kasih Allah. Communio Gereja demikian bukanlah eksklusif tetapi inklusif, terbuka terhadap apa saja yang baik di luar dirinya dan kepada siapa saja yang mencari kebaikan Allah dalam dirinya.

Namun Gereja pintu terbuka tidak berarti pasif menanti orang yang datang kepadanya. Tetapi ia adalah Gereja yang aktif, Gereja yang "bergerak keluar" (EG 46; 23) untuk menjadi garam, ragi dan terang dunia. Ia bukanlah Gereja yang menghindari atau melarikan diri dari dunia (fuga mundi).

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved