Minggu, 12 April 2026

Polisi di Belu Ciduk Enam Warga Bondowoso Mencatut Nama BNN

Tim intelijen Polres Belu menciduk enam warga Bondowoso, Jawa Timur, di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Kamis (19/1/2017).

Editor: Alfred Dama
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Tim intelijen Polres Belu menciduk enam warga Bondowoso, Jawa Timur, di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Kamis (19/1/2017).

Enam warga ini diciduk lantaran mencatut nama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan memasarkan kaos kepada pegawai di sejumlah instansi di Atambua.

Berdasarkan identitas pada kartu tanda penduduk (KTP), warga yang diciduk dan diinterogasi di Polres Belu kemudian dibawa ke Polres Timor Tengah Utara (TTU) untuk diproses lebih lanjut, yakni Hafifi (46), Mujehri Sholeh (48), Muhamad Chotib Bukhary (36), Badriyanto (21), Bandoeng Kubro (29) dan Mochamad Alfan Subata.

Enam warga ini diciduk setelah intelijen Polres Belu mendapatkan informasi dari Polres Timor Tengah Utara (TTU) terkait aksi serupa yang dilakukan di TTU.

Kapolres Belu, AKBP Mikhael Ken Lingga melalui Kasat Intelijen Polres Belu, Iptu Alberto, kepada wartawan seusai penangkapan itu, mengatakan, enam oknum ini mengaku berasal dari BNN.

Mereka diamankan berdasarkan koordinasi dengan Satuan Reskrim Polres TTU yang sementara melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap enam oknum tersebut karena melakukan kegiatan mencurigakan.

Menurutnya, enam orang ini telah beraksi di TTU dengan memaksa sejumlah kepala desa di TTU untuk membeli kaos serupa dengan yang ditawarkan kepada kadis seharga Rp 150.000. Aksi mencurigakan itu lantas dilaporkan salah satu kades ke Polres TTU untuk ditelusuri.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Theresia Saik, ketika ditemui mengaku, kepada dirinya, enam orang itu memperkenalkan diri berasal dari Indosiar, bagian narkoba.

Selain mengaku dari Indosiar, lanjut Theresia, para pelaku ini datang membawa serta surat tugas dari surat kabar nasional (SKN) News Patroli serta ada juga kartu identitas (ID card) sebagai wartawan SKN News Patroli.

Ternyata, lanjutnya, setelah enam orang ini pergi, ada polisi yang datang ke kantor dinas untuk menanyakan keberadaan orang-orang tersebut. "Saat saya kembali, ada staf yang bilang, polisi datang. Saya lalu menanyakan keberadaan orang-orang itu. Katanya orang-orang itu dicari polisi di TTS dan TTU," ungkapnya. (roy)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved