Perempuan Kenya Diajak Mogok Seks, Apa Alasannya?

Misho Mboko, yang mewakili daerah pemilihan kota pesisir Mombasa, mengatakan, langkah itu merupakan strategi terbaik untuk meningkatkan perolehan suar

Perempuan Kenya Diajak Mogok Seks, Apa Alasannya?
AFP
Misho Mboko, anggota parlemen Kenya. 

POS KUPANG.COM, NAIROBI -- Seorang anggota parlemen Kenya meminta para perempuan untuk tidak berhubungan seks dengan suami mereka hingga para suami itu mendaftarkan diri sebagai pemilih dalam pemilu 8 Agustus mendatang.

Misho Mboko, yang mewakili daerah pemilihan kota pesisir Mombasa, mengatakan, langkah itu merupakan strategi terbaik untuk meningkatkan perolehan suara kubu oposisi.

"Para perempuan, ini adalah strategi yang sebaiknya Anda terapkan. Jangan beri mereka seks sampai mereka menunjukkan kartu pemilih," saran Mboko.

Pendaftaran pemilih untuk pemungutan suara pada 8 Agustus mendatang akan berakhir pada 17 Februari.

Politisi perempuan ini menambahkan, seks merupakan "senjata paling ampuh" dan akan mendorong para pria yang masih enggan mendaftarkan diri untuk segera mendaftar sebagai pemilih.

Dia menegaskan, suaminya tidak akan terpengaruh oleh boikot seks tersebut karena sudah mendaftar. Demikian dilaporkan surat kabar The Standard.

Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta, sedang berupaya merebut masa jabatan kedua dan akan melawan calon yang didukung aliansi partai-partai oposisi, termasuk partai tempat Mboko bernaung, ODM.

Mboko mengatakan aliansi oposisi akan memiliki peluang yang lebih tinggi untuk memenangkan pemilihan presiden jika para semua pendukungnya mendaftarkan diri sebagai pemilih.

Seruan boikot seks dengan suami bukan yang pertama kalinya ditempuh di Kenya.

Pada 2009, para pegiat perempuan melancarkan mogok seks selama sepekan untuk menekan Presiden Mwai Kibaki dan Perdana Menteri Raila Odinga menempuh rekonsiliasi dan menghentikan permusuhan mereka. (BBC Indonesia)

Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved