Sekda Kupang Janji Pecat Sekdes Kalali Karena Terlibat Kasus Human Trafficking

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kupang, Drs. Hendrikus Paut, M.Pd, berjanji akan memproses pemecatan WS, salah satu PNS yang bertugas sebagai Sekr

Sekda Kupang Janji Pecat Sekdes Kalali Karena Terlibat Kasus Human Trafficking
POS KUPANG/JUMAL HAUTEAS
Bupati Kupang, Ayub Titu Eki (kedua kanan), didampingi Sekda Kupang, Hendrik Paut (kanan); Kabag Pem Setda Kupang, Efendi Kusumo (kedua kiri) dan Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Kupang, Stefanus Baha (kiri) saat konferensi pers di Rumah Jabatan Bupati Kupang, Senin (23/6/2014). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit

POS KUPANG.COM, OELAMASI -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kupang, Drs. Hendrikus Paut, M.Pd, berjanji akan memproses pemecatan WS, salah satu PNS yang bertugas sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) Kalali, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang.

"Sebab dia sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Kupang kasus penjualan orang (human trafficking) dengan korban anak di bawah umur," jelas Hendrik Paut di Kantor Bupati Kupang, Rabu (18/1/2017) siang.

Menurut Paut, ancaman hukuman bagi tersangka kasus human trafficking sangat berat. Rata-rata di atas 5 tahun. Hal itu tidak bisa ditolerir dan harus dipecat.

"Namun nanti kita lihat dulu putusan pengadilan. Kalau hukumannya 5 tahun ke atas pasti langsung dipecat. Kalau 4 tahun ke bawah, tentu dikenakan sanksi berat seperti penurunan pangkat dan penundaan kesempatan sekolah dan sebagainya," kata Paut.

Sebelumnya Kapolres Kupang, AKBP Ajie Indra Dwiatma, S.IK, melalui Kasatreskrim Iptu Simson S.L. Amalo, S.H, mengungkapkan kepada para wartawan di Mapolres Kupang, Senin (16/1/2017) tentang penetapan tersangka terhadap WS, salah satu PNS yang menjabat sebagai Sekretaris Desa Kalali, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang.

"Oknum Sekdes berinisial WS ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti memalsukan dokumen surat keterangan domisili dari salah satu TKW. Apalagi TKW itu adalah di bawah umur.

"Selain itu, anak di bawah umur itu, sebenarnya berasal dari Desa Poto, desa tetangga dari Desa Kalali. Supaya lolos jadi TKW, dibuatlah surat keterangan domisili oleh Sekdes Kalali dengan merubah usia TKW bawah umur itu. Jadi ini tindak pidana pemalsuan dokumen," beber Amalo.

Sebelumnya diberitakan, empat wanita korban human trafficking asal Kabupaten Kupang dan Kabupaten Malaka diterbangkan dari Aceh menuju Kupang. Mereka tiba di Bandara Internasional El Tari Kupang pukul 23.00 wita dengan pesawat Lion Air.

"Empat wanita itu berinisial LL (di bawah umur), EKA, SM dan DM. Mereka dijanjikan akan bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta," jelas Kapolres Kupang, AKBP Adjie Indra Dwiatma, S.IK, melalui Kasatreskrim Polres Kupang, Iptu Simson S.L. Amalo, Minggu (15/1/2017).

Halaman
12
Penulis: Julius Akoit
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved