Menjajal Nasi Goreng Kaki Lima yang Disantap Jokowi dan Para Menteri

Beberapa waktu lalu, Presiden RI Joko Widodo memboyong jajanan kaki lima sebagai menu santapan di Istana Bogor, Jawa Bara

Menjajal Nasi Goreng Kaki Lima yang Disantap Jokowi dan Para Menteri
Nasi Goreng yang Dibawa Jokowi ke Istana Bogor. 

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Beberapa waktu lalu, Presiden RI Joko Widodo memboyong jajanan kaki lima sebagai menu santapan di Istana Bogor, Jawa Barat. Hidangan yang dibuat langsung oleh para pedagang kaki lima tersebut menjadi konsumsi Jokowi, para menteri, sampai wartawan yang hadir dalam rapat kabinet paripurna.

KompasTravel menelusuri Jalan Jendral Sudirman, Bogor, tepatnya di seberang Rumah Sakit Salak. Kawasan ini terkenal sebagai tempat "mangkal" para pedagang makanan kaki lima. Berdasarkan informasi yang KompasTravel terima, beberapa pedagang di sini dipanggil oleh staf Istana Bogor untuk menyuguhkan konsumsi pada rapat kabinet paripurna tersebut.

"Iya, saya dipanggil ke Istana Bogor," kata Latif, salah satu pedagang nasi goreng kaki lima yang KompasTravel temui di seberang RS Salak, Bogor, Minggu (15/1/2017).

Menurut Latif, ia sudah dipanggil tiga kali ke Istana Bogor. Yaitu sebelum rapat kabinet, saat rapat kabinet, dan sesudah rapat kabinet tepatnya saat acara Tahun Baru.

Latif menuturkan, orang yang memanggil dirinya untuk menyajikan nasi goreng di Istana Bogor adalah staf istana yang memang menjadi langganannya.

"Empat gerobak nasi goreng semua diborong. Sama gerobak makanan lain juga," tuturnya kepada KompasTravel.

Saya mencoba masakan Latif yang diboyong ke Istana Bogor. Satu porsi nasi goreng pun saya pesan untuk makan malam. Dari segi bahan dan cara memasak, tak ada perbedaan besar dengan nasi goreng "tek-tek" pada umumnya.

Nasi goreng depan RS Salak Bogor.

Untuk ukuran nasi goreng kaki lima, masakan Latif terasa lebih gurih dengan rasa manis yang pas. Suwiran daging ayam, irisan bakso, dan telur orak-arik menjadi pelengkap nasi goreng Latif. Porsinya juga cukup besar.

"Saya senang diundang ke istana, tetapi kan itu acaranya jarang-jarang," kata Latif.

Harga seporsi nasi goreng Latif dijual Rp 12.000 per porsi. Menurutnya, harga jual nasi goreng tersebut sama seperti harga yang ia jual ke istana. Latif bersama pedagang nasi goreng lainnya di depan RS Salak Bogor biasa berjualan mulai pukul 19.30-03.00 WIB.

Pantauan KompasTravel, pembeli nasi goreng kaki lima di depan Rumah Sakit Salak Bogor cukup ramai. Padahal ada sekitar delapan gerobak kaki lima yang menjual hidangan dengan menu sama. Empat dari mereka diboyong ke Istana Bogor saat rapat kabinet paripurna. (Kompas.Com)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved