Bendahara SMP di Kupang Barat Diduga Segel Pintu Sekolah

Salah satu bendahara sekolah di SMP Negeri 3 Kupang Barat, menyegel pintu ruang kelas, Kamis (12/1/2016) lalu. Ia nekat karena sebelumnya sempat peran

Bendahara SMP di Kupang Barat  Diduga Segel Pintu Sekolah
Jessi Carina
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit

POS KUPANG.COM, OELAMASI -- Salah satu bendahara sekolah di SMP Negeri 3 Kupang Barat, menyegel pintu ruang kelas, Kamis (12/1/2016) lalu. Ia nekat karena sebelumnya sempat perang mulut dengan oknum guru dan mendapat surat peringatan.

"Benar ada kasus segel pintu kantor dan ruang kelas oleh oknum salah satu bendahara di SMP Negeri 3 Kupang Barat Kamis minggu lalu," jelas Kadis PPO Kabupaten Kupang, Imanuel Buan, melalui Sekretaris Dinas PPO Kabupaten Kupang, Guntur Taopan, Senin (16/1/2017).

Taopan mengatakan sesaat peristiwa segel terjadi, Kadis PPO Kabupaten Kupang, Imanuel Buan, sudah turun ke lokasi.

"Kebetulan Pak Kadis PPO rumahnya di Kupang Barat. Jadi beliau sudah pertemukan kedua belah pihak. Cuma rincian penyelesaian masalahnya seperti apa, saya belum tahu. Coba tanya Pak Kadis PPO," pinta Taopan.

Menurut rencana, kata Taopan, kasus penyerobotan tanah di SMA Negeri 1 Fatuleu dan kasus segel pintu ruang kelas di SMP Negeri 3 Kupang Barat, akan dibicarakan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Sekda Kabupaten Kupang, Drs. Hendrikus Paut, M.Pd, dan Kadis PPO Kabupaten Kupang, Imanuel Buan.

"Agenda RDP ditunda ke hari Rabu (18/1/2017) pagi. Kasus segel pintu sekolah dan serobot tanah sekolah itu masuk kategori masalah serius. Pemkab Kupang harus segera bertindak untuk mencari solusinya," jelas Wakil Ketua 2 DPRD Kabupaten Kupang, Jerry Manafe, Senin sore.

Kadis PPO Kabupaten Kupang, Imanuel Buan, belum berhasil dikonfirmasi. Pesan singkat dari wartawan tidak ditanggapi.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang dari salah satu staf di Kantor Dinas PPO Kabupaten Kupang, Senin pagi, menyebutkan oknum bendahara itu adalah tuan tanah di Kupang Barat. Gedung SMP Negeri 3 Kupang Barat berdiri di atas lahan miliknya, yang sudah dihibahkan ke Pemkab Kupang.

Sebagai imbalan, bendahara sekolah itu diangkat menjadi penjaga sekolah. Beberapa tahun kemudian dipercayakan untuk memegang jabatan sebagai bendahara sekolah.

"Namun akhir-akhir ini bendahara sekolah jarang masuk kantor. Lalu terjadi 'perang mulut' antara beberapa oknum guru dengannya. Kemudian ia diberi surat peringatan keras. Hingga akhirnya berbuntut surat pemecatan. Tapi cepat diselesaikan. Mungkin karena terlanjur sakit hati, dia segel pintu kelas dan pintu kantor," jelas sumber di Kantor Dinas PPO Kabupaten Kupang, Senin pagi. *

Penulis: Julius Akoit
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved