Lambert Tokan: Pemuda Itu Bicara Potensi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Undana menggelar Panel Diskusi bertema 'Peran Pemuda Indonesia di Dunia Internasiona

Penulis: maksi_marho | Editor: Alfred Dama
POS KUPANG/MAKSI MARHO
Suasana Panel Diskusi Bertema 'Peran Pemuda Indonesia di Dunia Internasional" di aula Fisip Undana Kupang, Jumat (13/1/2017) siang. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Maksi Marho

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Undana menggelar Panel Diskusi bertema 'Peran Pemuda Indonesia di Dunia Internasional".

Panel diskusi bertujuan membangun pemahaman dan wawasan lebih bagi mahasiswa sebagai pemuda untuk lebih banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan positif.

Panel diskusi digelar di aula Fisip Undana, Jumat (13/1/2017) siang. Panel diskusi yang dipandu Lidya Fanggidae sebagai moderator ini menampilkan pemateri, Sekretaris Dispora NTT, Lambertus Ara Tokan, Pembantu Dekan III Fisip Undana, Johanis Ndoda serta beberapa alumni PPAN (pertukaran pemuda antar negara) dan alumni KPN (kapal Pemuda Nusantara).

Dalam materinya Sekretaris Dispora NTT, Lambertus Ara Tokan mengatakan, bicara pemuda itu berarti bicara potensi. Dan bicara potensi berarti bicara penyadaran, pemberdayaan dan pengalaman.

Contoh adanya potensi, kata Tokan, jika bapaknya penyanyi maka anaknya anak menjadi penyanyi. Itu namanya potensi genetik. Cuma kalau ayahnya pencuri, maka potensi anak untuk menjadi pencuri adalah sesuatu yang bias. Potensi seperti ini mestinya tidak ada.

Selanjutnya, kata Tokan, bila telah menyadari akan adanya potensi dalam diri, maka akan melahirkan rasa tanggung jawab. Yakni, tanggung jawab untuk membangun pemahaman dan wawasan yang lebih baik untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang positif.

"Mahasiswa sebagai pemuda harus lebih banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan positif agar potensi yang dimiliki terus digali dan dikembangkan supaya bermanfaat bagi diri dan orang lain," kata Tokan.

Sementara Pembantu Dekan III Fisip Undana, Johanis Ndoda menekankan pentingnya pemahaman pemuda Indonesia terutama mahasiswa tentang nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Mahasiswa harus mampu hidup sesuai aturan dan berdasarkan etika hidup.

"Jangan terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang justru merusak diri, keluarga serta bangsa dan negara. Apalagi sampai terlibat dalam narkoba, pergaulan bebas dan lainnya," kata Ndonda.

Sementara beberapa alumni PPAN (pertukaran pemuda antar negara) dan alumni KPN (kapal Pemuda Nusantara), menceritakan pengalaman mereka dalam berbagai kegiatan pertukaran mahasiswa ke luar negeri. Sehingga memacu semangat para mahasiswa untuk menjadi pemuda yang berhasil dan mengharumkan namanbangsa dan negara.

Sementara Ketua BEM Fisip Undana, Ayo Boy Saidjuna mengatakan, kegiatan panel diskusi bertujuan membuka wawasan mahasiswa sebagai pemuda sekaligus mengingatkan pemerintah untuk melihat potensi yang dimiliki para mahasiswa. Sehingga mendapat masukan, bagaimana membuat mahasiswa sebagai pemuda menjadi lebih banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan positif.

Kegiatan ini digelar BEM Fisip Undana bekerja sama dengan Dispora Provinsi NTT serta alumni PPAN dan alumni KPN. Ia berharap, ada manfaat dari kegiatan diskusi panel tersebut.*

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved