Pejabat Desa Railun Malaka: Minta Kontraktor Kerja Ulang

Herman berdalih karena pagu anggaran di atas Rp 200 juta sehingga proyek ditenderkan pihak desa.

Pejabat Desa Railun Malaka: Minta Kontraktor Kerja Ulang
dion kota
DRAINASE- Saluran dainase di sisi ruas jalan Desa Raiulun dalam keadaan rusak pasca dikerjakan. 

POS KUPANG.COM, BETUN -Pejabat Desa Railun, Herman Lan Nekin mengaku belum menerima laporan dari tim pengawas desa terkait kerusakkan jalan desa yang menghubungkan Dusun Tetedoen-Aibàno-Fohokiik tersebut.

Dirinya terkejut saat Pos Kupang menunjukkan foto kondisi ruas jalan yang rusak berat.

"Saya baru tahu pak. Lusa (Rabu, red) saya akan meninjau lokasi. Saya akan menghubungi CV AJ selaku kontraktor yang menangani proyek agar mengerjakan ulang sejumlah titik yang rusak. Saya tak akan bayar kalau pengerjaan tidak beres seperti ini," ungkap Herman dengan nada kesal.
Ia mengaku proyek pengerjaan jalan desa menelan anggaran Rp 400 juta lebih ditenderkan pihak desa. Padahal sesuai regulasi seharusnya pengerjaan fisik menggunakan dana desa bersifat swakelola.

Herman berdalih karena pagu anggaran di atas Rp 200 juta sehingga proyek ditenderkan pihak desa. Mekanismenya, jelas Herman, kontraktor mengajukan proposal penawaran dan pihak desa melihat kontraktor yang memenuhi syarat maka itulah yang ditetapkan menjadi pemenang.

" Kita mau kasih masyarakat kerja tapi warga tak mau karena upah yang diberikan dirasakan tak pas. Partisipasi masyarakat di sini masih minim. Karena pagu dana Rp 400 juta lebih maka kita tenderkan," ungkap Herman.

Dia mengaku sampai saat ini pengerjaan jalan tersebut belum selesai. Terhitung hingga akhir Desember 2016 pengerjaan baru mencapai 80 persen dan sudah dibayarkan 60 persen. Sisa pembayaran akan dibayarkan jika pengerjaan telah rampung.
Terkait apakah ada denda atau tidak kepada kontraktor karena pengerjaan melewati masa kontrak, Herman mengaku tak tahu.

"Masa kontrak berakhir 30 Desember lalu. Tetapi kita perpanjang sampai Maret. Ada denda atau tidak nanti tanya PU saja. Saya tak tahu seperti itu. Yang pasti kita belum bayar seratus persen dan uang sisa 40 persen saat ini saya simpan karena bendahara desa takut simpan di rumah karena rawan," jelasnya.
(din)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved