Sekda Kupang Bentuk Tim Ambil Alih Tanah HGU

Sekda Kupang, Drs. Hendrikus Paut, M.Pd, mengatakan ia sudah membentuk sebuah tim untuk ambil alih tanah hak guna usaha (HGU) yang dikuasai oleh tujuh

Sekda Kupang Bentuk Tim Ambil Alih Tanah HGU
POS KUPANG/JULIANUS AKOIT
Hendrik Paut 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit

POS KUPANG.COM, OELAMASI -- Sekda Kupang, Drs. Hendrikus Paut, M.Pd, mengatakan ia sudah membentuk sebuah tim untuk ambil alih tanah hak guna usaha (HGU) yang dikuasai oleh tujuh perusahaan dari luar daerah.

"Saya sudah bentuk sebuah tim. Mereka bertugas untuk mengurus segala sesuatu terkait syarat-syarat ambil alih tanah HGU yang masih dikuasai perusahaan-perusahaan dari luar daerah," jelas Paut, Senin (9/1/2017) pagi.

Tim ini, kata dia, telah bekerja sejak tahun lalu. Dan akan terus melakukan koordinasi dengan Menteria Agraria atau Badan Pertanahan Nasional di Jakarta.

"Umumnya tanah HGU itu sudah sampai 25 tahun bahkan lebih. Pemkab Kupang tidak akan perpanjang lagi izin penggunaan tanah HGU itu. Kita ambil kembali dan serahkan kepada rakyat atau komunitas adat atau hak ulayat, pemilik asal tanah itu," jelas Paut.

Alasannya, selama 25 tahun lebih, tanah-tanah HGU seluas ribuan hektar itu tidak pernah difungsikan bagi kesejahteraan rakyat Kabupaten Kupang.

Tentang adanya kabar bahwa pemerintah pusat sudah mencabut sertifikat HGU yang dikuasai PT. Royal Austrindo dan PT. Rimba Mas Indah, Paut membenarkan. Ia mengatakan tim sedang bekerja untuk melengkapi administrasi terkait pengembalian aset tanah HGU itu.

" Dua dari tujuh perusahaan sudah dicabut sertifikat HGU-nya. Yaitu PT. Royal Austrindo dan PT. Rimba Mas Indah. Sisa lima perusahaan masih diperjuangkan. Usulan pencabutan sertifikat HGU-nya sudah diajukan ke Menteri Agraria di Jakarta. Kita tunggu saja jawabannya," kata Paut.

Sebelumnya harian ini memberitakan, lima perusahaan masih menguasai ribuan hektar tanah hak guna usaha (HGU). Dan sudah 25 tahun tanah HGU itu tidak pernah difungsikan perusahaan dan dibiarkan terlantar menjadi hutan belukar.

Lima perusahaan itu adalah PT. Sasando, PT. Windo Mas Sejati, PT. Asti Karya Utama, PT. Budi Daya Timur dan PT. Panggung Guna Ganda Semesta.

Halaman
12
Penulis: Julius Akoit
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved