Hamil 7 Bulan, Pelajar SMA Adukan Lian ke Polres Manggarai

Lantaran hamil tujuh bulan, EDS (17), pelajar SMA di Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai mengadukan Maksimus Jemali alias Lian (25), warga Kam

Hamil 7 Bulan, Pelajar SMA Adukan Lian ke Polres Manggarai
Net
Ilustrasi

Laporan Wartawan Pos Kupang, Aris Ninu

POS KUPANG.COM, RUTENG -- Lantaran hamil tujuh bulan, EDS (17), pelajar SMA di Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai mengadukan Maksimus Jemali alias Lian (25), warga Kampung Ndehes, Desa Buar, Kecamatan Rahong Utara ke Unit PPA Polres Manggarai, Rabu (4/1/2017) siang.

EDS didampingi Bbabinkamtibmas Desa Buar, Bripka Ridwan Lubalu membuat laporan polisi (LP) di Piket Polres Manggarai lalu korban bersama saksi diperiksa Unit PPA Polres Manggarai.

Atas kasus tersebut, Unit PPA Polres Manggarai sudah melakukan visum dan berjanji akan memroses kasus tersebut dengan memeriksa saksi-saksi dan memanggil tersangka.

Kapolres Manggarai, AKBP Totok Mulyanto, DS, SIK melalui Kasubag Humas Polres Manggarai, Ipda Daniel Djihu, kepada Pos Kupang di Ruteng, Minggu (8/1/2017) siang, menegaskan, penyidik PPA Polres Manggarai sedang bekerja dan memeriksa saksi-saksi.

"Yang jelas laporan sudah ada dan penyidik akan bekerja serta melakukan tindakan hukum. Apalagi korban masih dibawah umur dan polisi akan serius mengusut tuntas kasus ini," tegas Daniel.

Ia mengatakan, kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur sampai EDS hamil tujuh bulan ini berawal dari orangtua korban kaget ketika November 2016 mengetahui anaknya sudah berbadan dua. Sejak mengetahui, EDS hamil keluarga tidak terima sehingga mereka memutuskan melaporkan ke Polres Manggarai .

"Menurut korban ia berhubungan dengan Lian pada Juni 2016 di samping Puskesmas Nanu. Hubungan itu membuatnya ia berbadan dua sehingga ia pun mengadukan perbuatan Lian kepada orangtuanya," papar Daniel.

Daniel kembali menegaskan, polisi dalam penanganan kasus kekerasan anak dibawah umur. Apalagi kekerasan seksual akan mengusut tuntas dan mempercepat penanganan kasusnya.

"Sekarang ini kasus kekerasan menjadi perhatian publik dan polisi akan bekerja sampai kasusnya dilimpahkan ke jaksa," tegas Daniel.*

Penulis: Aris Ninu
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved