Catatan Sinode GMIT: 50 TKW/TKI Meninggal Tidak Wajar
Tahun 2017 menjadi komitmen bersama untuk meminimalisir angka ini dan bila perlu jangan ada lagi warga NTT yang menjadi TKW
Penulis: Apolonia M Dhiu | Editor: Marsel Ali
Laporan wartawan Pos Kupang, Apolonia Matilde Dhiu
POS KUPANG.COM, KUPANG--Menurut catatan Sinode GMIT di tahun 2016 kurang lebih 50 orang TKI/TKW asal NTT yang meninggal dunia secara tidak wajar.
Tahun 2017 menjadi komitmen bersama untuk meminimalisir angka ini dan bila perlu jangan ada lagi warga NTT yang menjadi TKW pulang dalam keadaan tragis.
Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery LY Kolimon, dalam suara gembalanya pada perayaan Natal Bersama Ekumene di Millenium Ballroom Kupang, Jumat (5/1/2016).
Ia mengatakan, negara harus hadir melindungi rakyat sebagaimana pemngamanan konstitusi. Semua masyarakat berkomit dan menjaga perdagangan orang.
Menurutnya, perhatian pemerintah pusat cukup besar ke NTT melalui persahabatan yang baik melalui pemerintah pusat dan pemerintah daerah memberikan perhatian kepada wilayah NTT sebagai sebuah wilayah terpinggirkan.
Untuk itu, perhatian pemerintah pusat bagi pembangunan di NTT berjalan bersama dengan keberpihakan kepada masyarakat, jangan sampai kepentingan investor lebih diutamakan.
Jika itu terjadi, kelihatan NTT makin maju dan mentereng tetapi rakyatnya tetap hidup dalam kemiskinan menjadi korban gizi buruk, perdagangan orang, angka kematian ibu dan bayi meningkat.
Mohon keseriusan semua pihak terhadap isu perdagangan orang baik dalam pencegahan, pendanaan, pendampingan dan rehabilitasi dan memulangkan korban ke dalam keluarganya.