Sumur Dana Desa Ambruk Sebelum Digunakan

Satu unit sumur yang dikerjakan menggunakan sumber dana desa (DD) TA 2016 di RT 17 RW 07 Desa Oebelo, Kupang Tengah, ambruk akibat longsor sebelum dig

Penulis: Julius Akoit | Editor: Alfred Dama
POS KUPANG/JULIANUS AKOIT
Inilah sumur yang dikerjakan menggunakan dana desa (DD) di RT 17 RW 07 Dusun IV Desa Oebelo. Sebelum digunakan, sumur ini sudah ambruk karena longsor pada dinding sumurnya. Sumur ini terletak di halaman depan rumah Ny. Lina Naben. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit

POS KUPANG.COM, OELAMASI -- Satu unit sumur yang dikerjakan menggunakan sumber dana desa (DD) TA 2016 di RT 17 RW 07 Desa Oebelo, Kupang Tengah, ambruk akibat longsor sebelum digunakan.

"Iya Pak, sudah ambruk. Karena longsor dinding sumurnya," kata Ny. Lina Naben, saat ditemui di kediamannya, Rabu (4/1/2016) siang.

Sumur yang digali menggunakan biaya dari dana desa itu terletak di halaman depan rumah Ny. Lina, di Dusun IV RT 17 RW 07 Desa Oebelo.

Ia mengaku longsornya dinding sumur setelah hujan lebat pekan lalu. Ia sempat mendengar bunyi gemuruh. Namun tidak tahu kalau dinding sumur yang longsor. Padahal dinding sumur sudah dipasangi cincin beton.

"Saat pagi saya mau ambil air di sumur, saya lihat sebagian dinding sumur sudah ambruk ke dasar sumur. Air yang ada cuma bisa untuk dipakai minum karena keruh," keluh Ny. Lina dibenarkan beberapa tetangganya.

Ia mengaku terpaksa mengambil air di sumur milik tetangga yang berjarak sekitar 150 meter dari rumahnya.

Ketua RT 17, Stefanus Faot, yang dihubungi terpisah, membenarkan ambruknya sumur bantuan dana desa tersebut.

"Saya sudah lapor ke kepala desa. Katanya akan diperbaiki. Saya juga sudah beli semen 2 zak untuk perbaiki. Tapi sampai sekarang kepala desa belum menanggapi laporan saya. Mungkin masih sibuk," katanya.

Ia menduga dasar sumur lembek setelah mata air meluap dari dasar sumur. Akibatnya cincin dinding sumur bergeser ke dasar sumur dan menimbulkan longsor.

Kades Oebelo, Paulus Alexander Daud, yang dihubungi terpisah mengaku sangat terkejut. Ia menegaskan belum mendapat laporan dari Ketua RT 17, Stevanus Faot.

"Nanti saya turun ke sana supaya lihat langsung. Untuk perbaiki sumur, teknisnya nanti dibicarakan lagi," katanya.

Tahun 2016, pihaknya mengalokasikan Rp 308 juta dana desa untuk membangun 13 sumur baru dan rehab 1 unit sumur bor di Desa Oebelo. *

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved