Kondisi Ini Bikin Hubungan Intim Terasa Menyakitkan

Dijelaskan oleh dokter ahli dari Mayo Clinic, nyeri itu berhubungan dengan vulvodynia yang membuat penderitanya tak mampu duduk lama atau pun berhubun

Kondisi Ini Bikin Hubungan Intim Terasa Menyakitkan
Tribunnews
ilustrasi 

POS KUPANG.COM -- Setidaknya satu dari 12 wanita mengalami vulvodynia, nyeri kronis di area seputar bukaan vagina, setidaknya satu kali dalam hidupnya. Tetapi bagi sebagian orang, kondisi itu kronis dan berlangsung berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Dijelaskan oleh dokter ahli dari Mayo Clinic, nyeri itu berhubungan dengan vulvodynia yang membuat penderitanya tak mampu duduk lama atau pun berhubungan seks.

Seorang wanita bernama Becky mengalami hubungan seks menyakitkan ketika menderita penyakit bernama vulvar vestibulitis syndrome (VVS).

Ini adalah sejenis vulvodynia di mana nyeri dirasakan ketika disentuh atau ditekan hanya di vestibule (area di sekitar pembukaan vagina0.

"Ada kalanya di malam hari saya mencoba berhubungan seks dan seketika merasa seperti ada sepotong gelas ditusukkan ke diri saya," katanya.

Ketika mendapati dirinya terkena VVS, Becky sedang berpacaran dengan pria bernama Corey. Menghadapi penyakit ini membuat pasangan ini menjadi jauh, tetapi akhirnya mereka dekat kembali.

Saat ini Becky dan Corey menerima definisi seks yang lebih luas serta mengakui bahwa keintiman itu lebih dari sekedar penetrasi vagina.

Kendati penyebab vulvodynia belum sepenuhnya diketahui, riset terbaru menemukan kondisi itu mungkin disebabkan oleh infeksi jamur kronis.

Mereka yang mengalami kondisi ini dapat mencari sejumlah penyembuhan potensial. Menurut Mayo Clinic, pilihan terapi berupa anestesi topikal, terapi biofeedback, latihan dasar panggul, obat-obatan pereda nyer dan operasi untuk menghilangkan kulit dan jaringan yang terkena.

VVS hanyalah satu dari penyebab potensi nyeri saat berhubungan seks. Penyebab nyeri lainnya meliputi kekeringan vagina, vaginismus (kondisi otot-otot vagina tertutup rapat selama penetrasi) dan efek samping penyakit dan obat-obatan tertentu. Ada baiknya segeralah memeriksakan diri ke dokter ketika mengalami nyeri saat berhubungan seks. (Kontributor Health, Dhorothea/The Huffington Post)

Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved