Tomas Lamboya Ingatkan Jangan Panas-Panas Tai Ayam

Ate Kaba ingatkan pemerintah agar jangan hangat-hangat tai ayam. Progam menanam pohon harus berkesinambungan.

Penulis: Petrus Piter | Editor: Gerardus Manyela
ANAKAN -Bupati Sumba Barat, Niga Dapawole bersama Wakil Ketua DPRd Sumba Barat, Samuel Kaha Heo dan pejabat terkait lainnya mengangkat anakan pohon sebelum ditanam. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Petrus Piter

POS KUPANG.COM, WAIKABUBAK -Tokoh masyarakat Desa Patiala Dete, Kecamatan Lamboya Barat, Kabupaten Sumba Barat, Ate Kaba, mengingatkan pemerintah agar kegiatan menanam satu miliar pohon sebagaimana dicanangkan Bupati Kabupaten Sumba Barat, Drs.Agustinus Niga Dapawole, Rabu (20/12/2016), jangan sampai hanya panas-panas tai ayam.

"Jangan hanya panas awal beramai-ramai tanam dan seterusnya tidak tahu lagi, apakah tanaman cendana dan gaharu ini hidup atau tidak," kata Ate Kaba.

Ate Kaba juga mengingatkan pemerintah dengan jumlah anakan pohon cendana dan gaharu sebanyak 1 miliar, terasa tak cukup ditanam pada lahan yang tersedia sekarang. Dia meminta pemerintah dalam hal ini Dinas Kehutanan Kabupaten Sumba Barat untuk melakukan pemetaan guna menambah luas areal tanam anakan cendana dan gaharu itu.

Tomas Ate Kaba menyampaikan hal itu dalam sesi dialog pada acara peringatan HUT Kabupaten Sumba Barat ke-58 tahun, HUT Provinsi NTT, Hari Menanam Nasional, Hari Kesetiakawanan Nasional dan Hari Ibu yang berlangsung di Kantor Desa Patiala Dete, Kecamatan Lamboya Barat, Kabupaten Sumba Barat, Rabu (20/12/2016).

Menanggapi hal itu, Bupati, Drs.Agustinus Niga Dapawole meminta Camat Lamboya Barat, para kepala desa, dusun dan aparat desa lainnya mengawasi dengan sungguh-sungguh pembagian anakan cendana dan gaharu, menanam dan merawat hingga tumbuh besar.

Di Lamboya dan Lamboya Barat ini, kata Niga, masih banyak lahan tidur yang dibiarkan begitu saja. Hendaknya masyarakat memanfaatkan lahan tidur tersebut dengan menanam cendana dan gaharu. Menanam pohon adalah investasi masa depan anak-anak dan cucu .

Dalam kesempatan itu, Bupati Niga Dapawole, demikian akrab disapa meminta para pemilik hewan menertibkan ternaknya. Pemilik hewan harus mengkandangkan hewan agar tidak menginjak-injak tanaman warga. Warga juga diminta untuk tidak sembarangan membakar padang. Sebab membakar padang akan mematikan anakan cendana dan gaharu yang ditanam warga sendiri.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved