Jemaat Bitefa Rayakan Natal Tanpa Tembok Gereja

Melalui lahirnya Sang Juru Selamat membawa damai dan semangat pemharuan hidup untuk semua keluarga kristiani, harus terus berjuang membangun gereja

Editor: Ferry Ndoen
KUPANG/EDY BAU
Inilah penampakan Tugu Adipura Atambua yang disulap menjaid pohon Natal hasil kreasi Komunitas Marriage Encounter (ME) Keuskupan Atambua. Gambar diambil, Minggu (11/12/2016) malam. 

POS KUPANG.COM, KEFAMENANU-Semangat keterlibatan Jemaat St. Mikhael Stasi Bitefa, Minggu (25/12/2016), membara. Walaupun tanpa bangunan tembok gereja, nampak dari tujuh wilayah Kelompok Umat Basis (KUB) setempat memadati gedung gereja yang dibangun tahun 2000 itu untuk merayakan Natal dengan sederhana dan penuh kebersamaan.

Tarian biduan oleh putri-putri cilik mewarnai misa itu. Ada pun selingan rangkaian acara pembaharuan janji nikah untuk semua pasangan suami isteri (pasutri) yang hadir dalam gereja.

Ketua Dewan Stasi Bitefa, Joseph Timo dalam pesan natal meminta semua jemaat untuk terus bangkit dan semangat dalam membangun keluarga dan membangun gereja.

"Melalui lahirnya Sang Juru Selamat membawa damai dan semangat pemharuan hidup untuk semua keluarga kristiani, harus terus berjuang membangun gereja," pesan Timo.

Mantan Kepala Cabang Dinas PPO Kecamatan Miomaffo Timur, mengatakan gereja yang dibangun swadaya oleh jemaat Stasi Bitefa sejak tahun 2000.

Proses pembangunan sempat terhenti karena ketiadaan anggaran sehingga pembangunannya baru dilanjutkan tahun 2014 hingga sekarang sudah sampai tahapan atap sebagiannya, sementara dindingnya belum dilakukan pemasangan.

Anggaran yang dibutuhkan hingga finishing pembangunan gereja masih membutuhkan Rp 1 miliar lebih. Gedung gereja yang dibangun atas permintaan jemaat, karena kondisi gedung gereja yang lama sudah hancur termakan usia.

"Kita bangun gedung baru karena kondisi gedung lama tidak layak lagi. Memang sejak awal pembangunan gereja tidak direstui pihak gereja tetapi atas niat dan semangat umat akhirnya bisa dikerjakan terbukti hingga sekarang sudah tahapan atap,"kata Timo.

Pastor Paroki Tunbaba, Rm. Yohanes Naben dalam sambutannya mengaku senang dan bangga atas partisipasi jemaat selama perayaan Natal mulai dari malam Natal hingga Natal kedua. Walaupun kondisi hujan dan lokasi gedung dipenuhi lumpur bahkan gedung gereja belum rampung tapi antusiasme jemaat patut diacungi jempol.

"Saya sangat senang, walaupun kondisi gedung seperti ini tapi semangat umat untuk berpartisipasi selama Natal. Semoga melalui kelahiran Kristus membawa pembaharuan hidup untuk semua keluarga Katolik,"katanya. (abe)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved