Kalah Pilkades, Calon Kades Ini Bersama Isteri dan 11 Anak Tinggal Menumpang di Rumah Tetangga

Calon Kepala Desa (Kades) Derokfaturene, Kecamatan Tasifeto Barat (Tasbar), Kabupaten Belu, Marius Burak terpaksa harus tinggal menumpang di rumah tet

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Calon Kepala Desa (Kades) Derokfaturene, Kecamatan Tasifeto Barat (Tasbar), Kabupaten Belu, Marius Burak terpaksa harus tinggal menumpang di rumah tetangganya pasca kalah dalam pemilihan kepala desa di wilayah itu pada tanggal 13 Oktober 2016 lalu.

Marius bersama isteri dan 11 anaknya tinggal menumpang di rumah tetangganya sejak Kamis (27/10/2016) sampai saat ini.

Alasan keluarga ini pindah ke rumah tetangga bukan karena kalah taruhan atau rumahnya disita lantaran kalah pilkades. Mereka pindah lantaran rumahnya dirusaki sejumlah orang yang diduga memiliki dendam pilkades terhadapnya pada Kamis (27/10/2016) dini hari.

Kepada Pos Kupang di Atambua, Selasa (20/12/2016), Marius mengatakan, dirinya tidak mengetahui pasti motif pengrusakan rumahnya oleh puluhan warga termasuk dua PNS namun dari para pelaku yang diketahui, diduga karena faktor dendam Pilkades.

"Padahal saya ini sudah kalah. Bukan saja rumah saya yang dirusak. Ada rumah tetangga yang mendukung saya dalam pilkades juga dirusak. Saya sudah lapor polisi, biar proses mereka. Kami sudah hampir dua bulan tinggal di rumah tetangga. Mau pulang tapi tidak bisa karena rumah masih ada garis polisi. Kami berharap kasus ini secepatnya dituntaskan," katanya.

Menurutnya, kejadian pengrusakan terhadap rumahnya itu berawal dari adanya sebuah pesta nikah pada Rabu (26/10/2016) malam di kampung itu yang berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya.

Malam itu Marius bersama keluarga tidak hadir pada pesta itu karena ada ada perbedaan politik pilkades. Namun, lanjutnya, sebagai tetangga, dirinya tetap mengirimkan sumbangan dalam amplop. Pesta nikah malam itu, berlanjut hingga Kamis (27/10/2016).

Hingga sekitar pukul 03.00 dini hari, marius mendengar ada bunyi seperti lemparan batu mengenai pintunya rumahnya. Dia lalu keluar dan menegur orang yang berada dalam sebuah mobil yang parkir tak jauh dari rumahnya.

Orang-orang yang ditegur tak menerima baik, lalu berusaha menganiaya dirinya. Marius lantas berlari menyelamatkan diri. Para pelaku lalu pergi kembali tenda pesta dan menghasut puluhan orang untuk membunuh dirinya.

Massa berjumlah sekitar 45 orang datang dan melempari rumah Marius. Pintu dan jendela hancur, ruang tamu diobrak-abrik dan sebuah sepeda motor milik Marius tak luput dari amukan massa.*

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved