Simak Kaleidoskop 2016: Penanganan Banjir di Jakarta

Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, secara perlahan mulai lepas sebagai ikon salah satu daerah langganan banjir di Jakarta.

Simak Kaleidoskop 2016: Penanganan Banjir di Jakarta
KOMPAS.com/Akhdi Martin Pratama
Tanggul Kali Ciliwung di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Selasa (26/1/2016). 

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, secara perlahan mulai lepas sebagai ikon salah satu daerah langganan banjir di Jakarta.

Penanganan banjir di permukiman padat penduduk itu dilakukan dengan menertibkan bangunan-bangunan di tepi Sungai Ciliwung.

Kawasan Kampung Pulo masuk dalam paket program normalisasi Sungai Ciliwung di Kelurahan Kampung Melayu, tepatnya dari Jalan Abdulah Syafei hingga Jembatan Tongtek atau hampir sepanjang dua kilometer.

Pemerintah kemudian melakukan normalisasi di Kampung Pulo pada pertengahan 2015 dan selesai sekitar Maret 2016.

Hal itu mengubah kondisi tepian Ciliwung di Kampung Pulo yang dulu berupa tempat tinggal, menjadi jalan inspeksi dan tanggul, lengkap dengan pintu air.

Jika dikilas balik satu hingga tiga tahun ke belakang, Kampung Pulo merupakan salah satu daerah rawan banjir.

Ketika banjir, banyak petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, tim SAR, atau relawan yang bersiaga di sekitar Kampung Pulo.

Pada 18 November 2013, puluhan RT di tiga RW di sana terendam banjir hingga 1 meter.

Banjir tinggi di Kampung Pulo tercatat terjadi pada 2007. Warga menggambarkan, ketinggian airnya mencapai 4 meter di beberapa titik.

Pada 18 Januari 2014, sekitar 2.000 warga Kampung Pulo dilaporkan mengungsi ke berbagai tempat seperti rumah ibadah, kantor pemerintahan, pelataran rumah sakit, hingga di Jalan Jatinegara Barat karena banjir.

Halaman
1234
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved