Komunitas ME Keuskupan Atambua "Sulap" Tugu Adipura Jadi Pohon Natal

Di mana-mana terdengar alunan musik dan lagu-lagu bernuansa natal. Bunyi-bunyi petasan pun tak kalah memekakkan telinga.

Komunitas ME Keuskupan Atambua
KUPANG/EDY BAU
Inilah penampakan Tugu Adipura Atambua yang disulap menjaid pohon Natal hasil kreasi Komunitas Marriage Encounter (ME) Keuskupan Atambua. Gambar diambil, Minggu (11/12/2016) malam. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Hari Raya Natal bagi Umat Kristiani tinggal menghitung hari.

Di mana-mana terdengar alunan musik dan lagu-lagu bernuansa natal. Bunyi-bunyi petasan pun tak kalah memekakkan telinga.

Toko-toko maupun kios menjual pernak-pernik natal. Pohon natal juga hampir ada di setiap rumah ataupun di tempat-tempat umum yang dibuat oleh kelompok orang.

Hal ini juga bisa dijumpai di Kota Atambua, Ibukota Kabupaten Belu dengan penduduk mayoritas beragama Katolik. Komunitas Marriage Encounter (ME) Keuskupan Atambua pun ikut membuat pohon natal yang termasuk berukuran besar.

tugu Adipura Atambua jadi Pohon Natal
Inilah penampakan Tugu Adipura Atambua yang disulap menjaid pohon Natal hasil kreasi Komunitas Marriage Encounter (ME) Keuskupan Atambua. Gambar diambil, Minggu (11/12/2016) malam.

Pantauan Pos Kupang, Minggu (11/12/2016), Pohon Natal yang dibuat komunitas ini persis di depan gereja Katedral Atambua. Mereka menyulap tugu Adipura menjadi pohon natal yang dipasangi lampu hias berwarna-warni.

Hal ini membuat pemandangan berbeda dari biasanya. Tugu Adipura yang pada malam-malam sebelumnya hanya terdapat beberapa lampu penerangan, kini menjadi gemerlap oleh kerlap-kerlip nyala lampu hias.

Warga yang melintas terpesona oleh indahnya cahaya lampu. Tak sedikit yang terpaksa berhenti untuk mengabadikan diri (selfie) dengan berlatar pohon natal dengan tinggi sekitar 10 meter ini.

Lurah ME Keuskupan Atambua angkatan XIV, Manek Lopes kepada Pos Kupang, Minggu (11/12/2016) mengatakan, pembuatan pohon natal ini secara spontan dilakukan anggota Komunitas ME Keuskupan Atambua merespon usulan dari anggota ME, Ferdinan Tanjung.

"Pohon Natal ini diarsiteki Pak Ferdinan Tanjung dibantu anggota ME dan Korwil ME, Pak John Klau. Awalnya ada tawaran untuk buat pohon natal. Saya langsung tangga, lalu kita mencari tempat yang pas. Ternyata tugu Adipura yang dipilih sebagai tempat pohon natal," jelasnya.

Menurutnya, pembuatan pohon natal ini sebagai bentuk partisipasi Komunitas ME keuskupan Atambua memeriahkan perayaan hari raya Natal tahun ini. Keberadaan pohon natal di tengah kota, persis di depan gereja Katedral Atambua ini semakin menambah semarak kota Atambua di malam hari.

Untuk diketahui, Tugu Adipura Atambua ini dibangun dalam rangka memperingati Kota Atambua yang pernah meraih penghargaan adipura tiga kali berturut-turut sejak tahun 2008-2010 di masa kepemimpinan Bupati Belu, Joacim Lopes.

Komunitas ME sendiri merupakan sebuah gerakan dari gereja Katolik Roma untuk pasangan suami isteri. Program yang diberikan di akhir minggu ini memungkinkan pasa pasangan suami isteri mendapat kesempatan untuk melatih teknik berkomunikasi dengan kasih yang dapat mereka gunakan sampai akhir hayat. *

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved