Tidak Diperhatikan, Warga Tinggalkan Translok Yubuwai

Sejak menempati lokasi transmigrasi lokal (translok) di Desa Yubuwai, Kecamatan Kahaunga Eti, Sumba Timur, ratusan jiwa merasa tidak diperhatikan. Hal

Tidak Diperhatikan, Warga Tinggalkan Translok Yubuwai
POS KUPANG/JOHN TAENA
Ketua RT 04, RW 05, Desa Yubuwai, Kecamatan Kahaunga Eti, Sumba Timur, Ndawa Mberu (40) 

Laporan Wartawan Pos Kupang, John Taena

POS KUPANG.COM,WAINGAPU -- Sejak menempati lokasi transmigrasi lokal (translok) di Desa Yubuwai, Kecamatan Kahaunga Eti, Sumba Timur, ratusan jiwa merasa tidak diperhatikan. Hal ini disebabkan dari tahun 2007 hingga saat ini tidak ada fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Ketua RT 04, RW 05, Desa Yubuwai, kecamatan setempat, Ndawa Mberu (40), kepada Pos Kupang di lokasi itu mengatakan, terdapat 100 unit rumah di lokasi itu. Namun saat ini sebagian rumah di lokasi translok itu sudah ditinggalkan penghuninya.

"Kalau di saya punya RT itu ada 26 KK tapi ada bebarapa rumah yang sudah ditinggalkan penghuninya. Ya, karena tidak bisa bertahan hidup di sini. Sejak tinggal di sini hanya tiga bulan pertama saja yang diperhatikan," jelas Mberu.

Selama kurang lebih sembilan tahun di lokasi lokasi itu, kata Mberu, layanan kesehatan bagi warga translok biasanya sebulan sekali. hal ini disebabkan setiap bulan terdapat petugas kesehatan yang mendatangi lokasi translok untuk kegiatan Posyandu.

"Pustu itu jaraknya 10 kilo meter dari sini (Translok Yubuwai,red). Puskesmas lebih jauh lagi di ibu kota kecamatan, apalagi rumah sakit di Waingapu sana lebih jauh lagi. Dua tahun lalu itu ada peristiwa satu orang ibu melahirkan di tengah jalan. Waktu itu mau ke Pustu pake ojek tapi baru di tengah jalan sudah melahirkan," katanya.

Dia berharap, ke depan pemerintah dapat menyedikan fasilitas kesehatan dan pendidian di sekitar lokasi translok setempat.

Hal ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan bagi ratusan jiwa penguni translok. Pasalnya sejak tahun 2007 hingga sekarang, para penghuni translom setempat kesulitan mengakses fasilitas kesehatan dan pendidikan yang sangat jauh lokasinya.

Dikatakannya, "Saya sudah bilang kalau ada perhatian untuk kami di translok Yubuwai ini rasanya akan seperti mimpi. Kami biasanya hanya dikunjungi kalau menjelang pemilihan kepala daerah atau pemilu. Mereka datang selalu janji ini dan itu, kalau sudah habis mereka hilang. Tidak ada yang terbukti jadi seperti mimpi to?"

Penulis: John Taena
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved