Destinasi Wisata Kampung Adat Matabes-Belu Butuh "Sentuhan"
Destinasi wisata Kampung adat Matabesi yang terletak di Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu saat ini dalam kondisi memprihatinka
Penulis: Fredrikus Royanto Bau | Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau
POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Destinasi wisata Kampung adat Matabesi yang terletak di Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu saat ini dalam kondisi memprihatinkan.
Pasalnya, bangunan rumah adat yang menjadi daya tarik pengunjung kini nyaris ambruk. Tidak ada upaya pemugaran, padahal kampung adat ini telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata.
Pantauan Pos Kupang, Jumat (16/12/2016)jalan menuju kampung adat yang berjarak sekitar dua kilometer dari Kota Atambua ini masih berupa jalan berbatu, belum diaspal.
Tulisan selamat datang di Kampung Adat Matabesi pada Gapura di pintu masuk sudah terhapus. tiga bangunan yang dibuat oleh dinas Pariwisata Kabupaten Belu sudah nyaris ambruk.
Penjaga Kampung adat Matabesi, Hendrikus Neno kepada Pos Kupang, Jumat (16/12/2016) mengatakan, kondisi kampung adat saat ini baru akan berubah di tahun 2017 mendatang. Dia mendengar sudah ada bantuan pemerintah untuk pemugaran kampung adat itu termasuk membangun lima unit rumah adat juga pagar batu keliling kampung.
"Kami dengar di tahun 2017 sudah ada dana untuk pemugaran kampung adat ini. Tentu kami sangat berterimakasih jika sudah ada perhatian," katanya.
Menurutnya, sangat disayangkan jika destinasi wisata milik nenekmoyangnya ini tidak dilestarikan. karena kampung adat ini memiliki nilai budaya yang tinggi.
Berkunjung ke kampung ini, lanjutnya, pengunjung akan melihat langsung benda pusaka peninggalan nenek moyang suku Matabesi, berziarah ke makam Meo Lau Saberu serta melihat langsung tempat jatuhnya bom saat perang melawan Belanda ratusan tahn lalu.*
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kampung-adat-matabesi_20161216_231714.jpg)