Penikaman Membabi Buta 7 Murid SD Pancing Murka Netizen, 'Astaga, Kenapa Harus Anak-anak'?

Penikaman tujuh murid sekolah dasar di Sabu Barat, Kupang, Nusa Tenggara Timur, memancing murka netizen.

Penikaman Membabi Buta 7 Murid SD Pancing Murka Netizen, 'Astaga, Kenapa Harus Anak-anak'?

Aparat Polsek Sabu Barat di Seba sedang berusaha menenangkan massa yang mulai bergerak ke pelabuhan ferry, mencari pelaku.

"Benar Pak, ada penikaman. Kami masih sibuk menenangkan massa. Nanti kontak saja Kapolsek Sabu atau Kapolres Kupang di Babau," jelas salah satu anggota Polsek Sabu, menolak namanya dikorankan.

Ia menjelaskan salah satu korban adalah anak dari Pendeta Ny. Ati Djawa Gigi dan satunya lagi anak dari mantan wartawan Andro Riwu Rohi.

"Korban dilarikan ke Puskesmas Seba dan RSUD Sabu di Menia," katanya. Ia belum bisa merinci nama-nama korban sebab masih simpang siur data korban yang diperoleh."

Pelaku ditangkap

Seorang pria yang belum diketahui identitasnya secara brutal menyerang dan menyadera tujuh orang anak SD Negeri 1 Seba Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (13/12/2016) pagi.

Pelaku diketahui masuk ke dalam sekolah dan menyerang secara membabi buta dengan menggunakan sebilah pisau.

Pelaku kemudian menikam tujuh orang murid SD.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah NTT Ajun Komisaris Besar Polisi Jules Abraham Abast mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 9.00 Wita.

"Ada tujuh siswa yang saat ini dirawat di puskesmas dan tidak ada yang meninggal. Para korban anak-anak SD ini hanya menderita luka tikam di leher, kaki, dan tangan," kata Jules, Selasa (13/12/2016).

Halaman
1234
Editor: Ferry Jahang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved