Ahok : "Bapak Jangan Dipanggil Ahok lagi"

Aho mengaku sempat disarankan untuk tidak lagi dipanggil dengan nama "Ahok".

Editor: Rosalina Woso
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Calon pasangan cagub-cawagub DKI, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat saat menerima pengaduan dari warga di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016). Ahok menerima pengaduan warga mengenai permasalahan Ibu Kota setiap pagi dari Senin hingga Jumat di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta. 

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Calon gubernur DKI Jakarta nomor dua, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengaku sempat disarankan untuk tidak lagi dipanggil dengan nama "Ahok".

Saran ini disampaikan agar Ahok berubah sikap dan tidak lagi berkata kasar.

"Ada yang bilang Bapak jangan dipanggil Ahok lagi. Karena Ahok banyak negatifnya," kata Ahok menceritakan saran warga tersebut di hadapan pendukungnya di Rumah Lembang, Rabu (7/12/2016).

Kendati demikian, Ahok menolak saran tersebut. "Saya enggak percaya sama mistik-mistik begitu. Mau nama apa saja, enggak masalah," ujar dia.

Menurut Ahok, hal terpenting yang harus dilakukannya saat ini adalah mau menerima saran dan teguran dari orang lain.

Ahok menyatakan bahwa sudah banyak pihak yang menyarankan agar ia memperbaiki sikap. Ia pun mengaku berkomitmen untuk berubah lebih baik.

"Manusia kalau ditegur harus bisa berubah. Itu yang lebih penting. Karena setiap orang bisa khilaf," ucap Ahok.

Ahok menceritakan tentang upayanya memperbaiki sikap, mulai dari belajar menggunakan kata-kata yang halus dan menghindari kata-kata yang kasar.

Ia pun mengistilahkan upayanya itu sebagai upaya menciptakan "Ahok versi baru".

"Belajar jadi agak Jawa sedikit. Mungkin bapak saya kasih nama Basuki biar jadi orang Jawa," kata dia. (Kompas.Com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved