Sabtu, 11 April 2026

Kades Sopo-TTS Gebrak Bidang Pertanian Ajak Warga Buat Terasering

Ajakan ini sebagai bentuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menanam mulai dari lingkungan rumah

Editor: Ferry Ndoen
apson benu
POS KUPANG/APSON BENU KEBUN -Kepala Desa (Kades) Sopo, TTS, Martinus Kornalius Jabi bersama petani saat di lokasi kebun miliknya, Minggu (4/12/2016) 

POS KUPANG.COM SoE- Kepala Desa (Kades) Sopo, di Niki-Niki, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), melakukan gebrakan bidang pertanian dan peternakan. Sebanyak 1.578 jumlah jiwa dari 398 kepala keluarga (KK) di desa tersebut diarahkan membuat terasering di depan rumah untuk ditanami tanaman umur pendek.

Ajakan ini sebagai bentuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menanam mulai dari lingkungan rumah.
Kades Sopo, Marten Kornalius Jabi, Senin (5/12/2016), menjelaskan dirinya baru dipercayakan masyarakat dan dilantik menjadi Kades Sopo tanggal 30 Juni 2016.

Dirinya terdorong membangun desa setempat dengan melihat potensi yang ada, seperti bidang pertanian dan peternakan. Pasalnya, banyak lahan kosong belum digarap masyarakat. Meski demikian, sumber pendapatan hanya dari bercocok tanam dan memelihara ternak.

Sepertis disaksikan Pos Kupang, Minggu (4/12/2016), Desa Sopo pernah menjuarai lomba kelompok tani tingkat Kabupaten TTS merasa tertantang. Untuk itu, ia membuat gebrakan mulai dari lingkungan rumah. Ada tanaman, jeruk, pepaya, ubi, tomat, terung, cabe merah, pepaya california dan pepaya bangkok, semangka, melon dan jeruk. Semua tanaman akan dikembangkan untuk dibagikan kepada masyarakat setempat.

"Saya punya hasil tanaman pertanian bagus semua dan akan saya persembahkan kepada masyarakat. Ini semua saya persembahkan kepada masyarakat," ujarnya didampingi salah satu anggota Kelompok Tani Usaha Baru, Paulus Faot.

Sebagai terobosan bidang pertanian, demikian Jabi, di desa setempat ada dua mata Jemaat, seperti GMIT Elim Sopo dan GMIT Siloam Humone. Selain itu, SD GMIT Meu dan SD Inpres Manumuti, dan kantor desa.

"Terasering ditanami jagung, ubi kayu, pisang, pepaya dan lainya. Ada terasering luas berapa are di lingkungan masing-masing kelompok. Kalau di jemaat dibagi per rayon (wilayah pelayanan) gereja setempat. Setelah itu dilanjutkan dengan pagar. Dilakukan secara swadaya dan kerjasama," ungkapnya.

Dikatakanya, saat ini infrastruktur jalan sementara diperbaiki. Untuk itu, kata Jabi, menjadi perhatian khusus bagaimana ketika akses jalan sudah memungkinkan namun tak ada potensi yang dikembangkan.

"Pertama harus ada hasil dan potensi supaya akses jalan sudah baik maka petani atau orang luar bisa datang membeli hasil di Sopo masuk sampai ke pedalaman," ungkapnya.

Terkait bidang peternakan, demikian Jabi, saat ini masih dalam tahap perencanaan melalui dana desa. Hal itu dilakukan agar semua masyarakat setempat bisa memanfaatkan lahan tidur yang ada demi memenuhi kebutuhan pakan ternak, dan mengembangkan potensi bidang peternakan dengan cara pola pemeliharaan ramah lingkungan. (abe)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved