Ribuan Ikan Mati di Perairan Sumba Timur

Kuat dugaan penyebab kematian hewan laut itu, disebabkan oleh bom yang digunakan oleh nelayan dari luar pulau. Para pelaku menggunkan lima unit kapal

Ribuan Ikan Mati di Perairan Sumba Timur
Pos Kupang/ist
Ilustrasi: Pelaku yang diduga menggunakan bom ikan 

Laporan  Wartawan Pos Kupang,  John Taena

POS KUPANG.COM, WAINGAPU -- Ribuan ikan kombong dan mubara mati dan terapung di perairan selatan wilayah Sumba Timur.

Kuat dugaan penyebab kematian hewan laut itu, disebabkan oleh bom yang digunakan oleh nelayan dari luar pulau. Para pelaku menggunkan lima unit kapal saat menjalankan operasinya selama satu pekan terkahir di daerah itu.

“Ada lima kapal yang pakai bom ikan, mereka sudah beroperasi di sini dari hari Jumat minggu lalu (25/11/2016,red),” demikian Kepala Desa Lumbu Manggit, Kecamatan Wula Waijelu, Sumba Timur, Mardianus Lapu Kalinggoru, saat dihubungi Pos Kupang.com, melalui telepon genggam, Sabtu (3/11/2016).

Para nelayan sudah melaporkan peristiwa itu kepada pihak kepolisian sektor (Polsek) setempat. Namun para pelaku pembom ikan yang diduga berasal dari luar pulau tidak bisa dicegah. Hal ini disebabkan kurangnya fasilitas pendukung yang dialami para nelayan bersama pihak keamanan setempat.

“Ribuan ikan kombong dan maubara mati dan terapung. Kami sudah lapor polisi tapi mau bagaimana, tidak bisa ke sana dengan perahu dayung dan ketinting. Siang mereka beroperasi terus kalau malam, mereka tidur di sekitar Watuparunu,” jelasnya.

Dia menambahkan, sebelumnya juga terdapat satu ekor ikan paus yang sempat terdampar di terdampar di sekitar Pelabuhan Baing. Dikatakan Kalinggoru, “Baru-baru ini juga ada satu ekor ikan paus yang mati dan terdampar di dekat Pelabuhan Baing. Jadi sekarang kita khawatir karena sudah lama sekali tidak ada bom ikan, tapi dari minggu lalu ada nelayan luar yang datang bom ikan di sini.”*

Penulis: John Taena
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved