Pelaku Bom Ikan di Sumtim Adalah Teroris
Seluruh elemen di Sumba Timur, pasti mendukung setiap upaya pihak berwajib untuk menindak tegas pelaku bom ikan di daerah itu. Para oknum nelayan dari
Penulis: John Taena | Editor: Alfred Dama
Laporan wartawan Pos Kupang, John Taena
POS KUPANG.COM,WAINGAPU — Seluruh elemen di Sumba Timur, pasti mendukung setiap upaya pihak berwajib untuk menindak tegas pelaku bom ikan di daerah itu. Para oknum nelayan dari luar daerah yang menggunakan bom saat beroperasi perairan setempat adalah teroris yang harus diperangi.
Saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Sabtu (3/12/2016), kepada Pos Kupang.com, Ketua Fraksi Partai Golkar, DPRD Sumba Timur, Ali Oemar fadaq, meminta para nelayan dari luar daerah tidak menggunakan bom ikan di perairan setempat.
“Apalagi pakai bom yang ada kabel untuk mengendalikan, jadi pas nelayan kita mendekat mereka bom. Itu oknum nelayan dari Sape yang datang bom ikan di perairan Sumba Timur. Kejahatan seperti itu (bom ikan,red) adalah teroris harus diperangi,” katanya.

Ilustrasi Bom Ikan
Pihak meminta para oknum nelayan yang menggunakan bom saat menangkap ikan, jangan sampai menggunakan HAM untuk berlindung. Pemkab dan DPRD Sumba Timur sudah mendorong aparat untuk menindak tegas para kejahatan tersebut.
“Kita semua pasti menghadap jadi kamu (pelaku bom ikan,red) jangan pakai HAM untuk berlindung kalau suatu saat ditindak tegas. Kapal asing saja diperangi apalagi nelayan di negara sendiri yang pakai bom. Kita pasti perang melawan mereka karena orang yang pakai bom ikan di laut itu adalah teroris,” tegasnya.*
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ali-oemar-fadaq_20160916_211216.jpg)